Dikbud Gorontalo Pastikan Jam Masuk Sekolah Normal Usai Final Piala Dunia 2026, Tak Ada Sanksi bagi yang Terlambat

Penulis: Fajar  •  Senin, 20 Juli 2026 | 10:45:01 WIB
Jam masuk sekolah di Gorontalo tetap normal pukul 07.15 Wita usai final Piala Dunia 2026, tanpa edaran khusus dari Dikbud.

GORONTALO — Kepala Dikbud Provinsi Gorontalo Sudarman Samad menegaskan tidak ada edaran khusus yang mengubah jadwal masuk sekolah. Jam belajar tetap dimulai pukul 07.15 hingga 15.45 Wita.

"Kami tidak menerbitkan edaran khusus soal perubahan jam masuk. Sekolah tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa," ujarnya.

Sekolah Bisa Isi Jam Awal dengan Kerja Bakti

Meski jam masuk normal, Dikbud memberikan kelonggaran bagi satuan pendidikan yang siswanya baru selesai menonton siaran langsung final Piala Dunia yang berlangsung dini hari. Sekolah dapat mengisi waktu awal pembelajaran hingga istirahat pertama dengan kegiatan non-akademik.

Kegiatan yang dimaksud antara lain kerja bakti, merapikan ruang kelas, atau menata meja dan kursi. Pengaturan ini sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing sekolah sesuai kondisi di lapangan.

Tak Ada Hukuman, Tugas Edukatif Jadi Pengganti

Kebijakan lain yang cukup longgar: peserta didik yang datang terlambat karena menyaksikan pertandingan tidak akan dikenakan sanksi. Sebagai gantinya, sekolah dapat memberikan tugas edukatif.

Sudarman mencontohkan, tugas itu bisa berupa resume atau analisis nilai-nilai positif dari penyelenggaraan Piala Dunia. "Tugas tersebut dapat difasilitasi oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan maupun guru Bimbingan Konseling di masing-masing sekolah," katanya.

Orang Tua Diminta Awasi Anak Usai Nobar

Dikbud juga mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anaknya setelah pertandingan usai. Larangan tegas disampaikan terkait konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu keamanan.

"Kami minta orang tua ikut mengawasi. Jangan sampai anak-anak konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar setelah menonton, karena itu hanya bisa merugikan mereka sendiri," ujar Sudarman.

Terkait rencana sejumlah sekolah menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia bersama masyarakat, Dikbud menyatakan kegiatan itu diperbolehkan sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar dan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Dikbud berharap sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dapat menjaga situasi tetap kondusif sehingga euforia final Piala Dunia bisa dinikmati tanpa mengganggu kegiatan pendidikan di Provinsi Gorontalo.

Reporter: Fajar
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top