GORONTALO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan duka mendalam. Data terbaru BNPB mencatat 111 orang tewas akibat bencana tersebut, sementara 188 ribu warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Di tengah duka itu, denyut kehidupan mulai berdetak kembali.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memastikan fasilitas vital dasar di wilayah terdampak telah pulih. "Kami tetap memantau juga fasilitas kesehatan, fasilitas dasar lainnya seperti listrik, BBM, komunikasi yang telah pulih tapi tetap kami akan memantau terus menerus," ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (30/8/2026).
Sektor pendidikan menjadi prioritas pemulihan. BNPB menjadwalkan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik dimulai kembali pada Senin (31/8/2026) besok. Kepastian ini memberikan secercah harapan bagi ribuan pelajar yang terdampak gempa.
Pelaksanaan pembelajaran nantinya akan disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing sekolah. Sekolah yang mengalami kerusakan parah dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh. Sementara itu, sekolah yang masih dalam kondisi baik dan layak digunakan dipersilakan menggelar pembelajaran secara tatap muka.
Pemulihan fasilitas dasar berjalan beriringan dengan pelayanan medis bagi para korban. Tim medis tetap siaga melayani warga yang membutuhkan perawatan, terutama mereka yang mengalami luka-luka akibat gempa. Distribusi logistik juga terus dialirkan ke seluruh wilayah yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Pulihnya pasokan listrik, BBM, dan jaringan komunikasi menjadi fondasi penting dalam percepatan penanganan bencana. Tanpa ketiganya, koordinasi lapangan dan distribusi bantuan akan terhambat. BNPB memastikan seluruh elemen tersebut telah berfungsi kembali, meski pengawasan ketat tetap dilakukan untuk mengantisipasi gangguan susulan.
Proses pemulihan pascagempa NTT masih panjang. Penanganan pengungsi, rehabilitasi infrastruktur, dan trauma healing bagi korban menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan.