Jerami Jagung Disulap Jadi Pakan Ternak: Mahasiswa KKN UNG Kenalkan Silase di Gorontalo

Penulis: Yasir  •  Kamis, 03 September 2026 | 12:43:01 WIB
Mahasiswa KKN Tematik II UNG memperagakan pembuatan silase dari jerami jagung kepada kelompok peternak sapi di Desa Batuloreng, Kabupaten Gorontalo.

GORONTALO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengedukasi warga Desa Batuloreng, Kabupaten Gorontalo, untuk mengolah jerami jagung menjadi silase, pakan komplit alternatif bagi ternak sapi. Program yang menyasar kelompok petani dan peternak ini dinilai menjadi jawaban atas persoalan ketersediaan pakan hijauan yang kerap menipis di musim kemarau.

GORONTALO — Limbah pertanian berupa jerami jagung selama ini kerap menjadi sampah yang tak termanfaatkan di Desa Batuloreng, Kecamatan Bongomeme. Melalui program KKN tematik II, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mencoba mengubahnya menjadi berkah ekonomi dengan mengenalkan teknologi pembuatan silase kepada kelompok peternak sapi setempat.

Dosen pembimbing lapangan, Dr Srisukmawati Zainudin, mengatakan inisiatif ini lahir dari potensi besar desa yang dikelilingi lahan jagung, namun belum diimbangi manajemen pakan ternak yang baik. Padahal, kata dia, produk samping panen ini bisa menjadi solusi saat hijauan segar sulit didapat.

Apa Itu Silase dan Mengapa Penting bagi Peternak

Silase adalah pakan komplit berbahan utama jerami jagung yang difermentasi. Metode ini memungkinkan peternak menyimpan pakan dalam waktu lama tanpa takut rusak, sehingga ketersediaan pakan ternak bisa dijaga sepanjang musim.

Srisukmawati menjelaskan, proses pengolahan tidak sekadar teori. Mahasiswa peserta KKN mempraktikkan langsung pembuatan silase di hadapan warga, lengkap dengan takaran dan komposisi campuran bahan yang telah ditentukan.

"Proses pembuatan dilakukan secara langsung agar peserta atau masyarakat, tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan proses pengolahan pakan," ujarnya di Kabupaten Gorontalo, Rabu.

Dampak Ekonomi: Menggerakkan Peternakan Skala Rumah Tangga

Silase yang telah dibuat selanjutnya disimpan melalui proses fermentasi sebelum bisa digunakan. Rencananya, hasil olahan pakan ini akan dibuka dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi pada 16 September 2026, sesuai waktu fermentasi yang ditetapkan.

Keberadaan mahasiswa KKN di desa ini diakui Kepala Desa Batuloreng, Awin K Poiyo, sangat membantu warganya. Ia menilai, edukasi yang menyasar peternakan rumahan ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi warga.

"Edukasi melalui program peternakan skala rumah tangga dan pembuatan pakan ternak memanfaatkan potensi pertanian di desa, diyakini akan berdampak untuk perekonomian masyarakat dan desa ini," kata Awin.

Ia berharap program ini tidak berhenti sampai kontingen KKN selesai. Masyarakat diminta melanjutkan inisiatif tersebut secara mandiri, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi Desa Batuloreng.

"Saya secara pribadi dan pemerintah mengucapkan terima kasih kepada pihak UNG, khususnya Dekan Fakultas Pertanian UNG Muhammad Mukhtar, para dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta KKN. Kegiatan ini berdampak positif dalam memajukan desa dan menyejahterakan masyarakat," ujarnya.

Reporter: Yasir
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top