GORONTALO — Sebanyak 68.450 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Gorontalo bakal menerima beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sepanjang 2026. Angka ini melonjak 22.170 KPM dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 46.280 KPM.
Penambahan kuota tersebut diumumkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menyalurkan bantuan di Kelurahan Hunggaluwa dan Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Selasa (8/9/2026).
Gusnar menjelaskan, angka penerima baru itu bukan tanpa dasar. Proses pendataan dilakukan dari tingkat desa dan kelurahan, termasuk mempertimbangkan adanya perubahan desil kesejahteraan warga.
“Kita berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penambahan kuota penerima beras CPP di Gorontalo. Penambahan itu berdasarkan hasil pendataan dari tingkat desa dan kelurahan, serta adanya perubahan desil,” ungkap Gusnar.
Pada penyaluran perdana periode ini, bantuan menyasar 850 KPM di Kelurahan Hunggaluwa dan 300 KPM di Kelurahan Tenilo. Masing-masing KPM menerima jatah 30 kilogram beras yang merupakan akumulasi alokasi Juli, Agustus, dan September.
Gusnar menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Bulog mempercepat distribusi hingga bulan Desember mendatang. Instruksi itu disampaikan langsung melalui media nasional.
“Semalam saya baca di running text televisi, bapak Presiden sudah memerintahkan untuk disalurkan sampai bulan Desember. Jadi setelah ini akan diproses sehingga diharapkan secepatnya bisa diterima masyarakat,” ujarnya.
Percepatan penyaluran dinilai krusial, terutama untuk membantu warga menghadapi musim kemarau dan menjaga harga beras tetap stabil di pasaran.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengapresiasi alokasi yang diterima daerahnya. Ia berharap bantuan itu digunakan sebagaimana mestinya, bukan diperjualbelikan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Gorontalo yang telah memberikan alokasi yang cukup besar buat Kabupaten Gorontalo. Patut disyukuri karena pemerintah selalu hadir membantu masyarakat. Manfaatkan sebaik-baiknya dan jangan dijual,” pesan Sofyan.