14 Tolangga Hias Meriahkan Festival Walima di Lapas Gorontalo, Warga Binaan Libatkan Keluarga

Penulis: Saiful  •  Kamis, 10 September 2026 | 12:43:31 WIB
Warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo menghias tolangga dalam Festival Walima.

Lapas Kelas IIA Gorontalo menggelar Festival Walima memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan lomba menghias 14 tolangga yang diikuti warga binaan dari seluruh blok hunian. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian, sekaligus memperkuat silaturahim antara WBP, petugas, dan keluarga yang datang berkunjung.

GORONTALO — Festival Walima di Lapas Kelas IIA Gorontalo tahun ini menampilkan 14 tolangga hias hasil kreasi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Setiap blok hunian mengirimkan perwakilan untuk berlomba menghias wadah khas Gorontalo tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison menyatakan kegiatan ini bukan sekadar peringatan keagamaan. Festival ini juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk menampilkan kreativitas mereka.

"Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian di lingkungan Lapas Kelas IIA Gorontalo," kata Junaidi di Gorontalo, Rabu.

Keluarga Warga Binaan Turut Terlibat dalam Proses Pembuatan

Pembuatan tolangga tidak dikerjakan warga binaan sendirian. Keluarga yang datang berkunjung ke lapas ikut serta dalam proses menghias wadah penyajian kue walima tersebut.

Junaidi menilai keterlibatan keluarga memegang peran penting dalam proses reintegrasi sosial. Hubungan warga binaan dengan lingkungan masyarakat pun ikut diperkuat melalui momen ini.

Selain keluarga, Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Gorontalo turut ambil bagian dalam kegiatan. Pihak lapas menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi sekaligus memacu warga binaan mengembangkan kreativitas.

Mempersiapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

Melalui rangkaian program pembinaan, Lapas Kelas IIA Gorontalo berupaya mempersiapkan warga binaan agar bisa kembali dan diterima dengan baik di tengah masyarakat usai menjalani masa pidana.

Festival Walima juga disebut menjadi sarana membangun kebersamaan dan kekeluargaan di antara warga binaan, petugas, serta keluarga. Junaidi mengapresiasi antusiasme dan sportivitas peserta selama mengikuti seluruh rangkaian acara.

Ia mengaku bangga melihat kebersamaan yang terbangun di lingkungan lapas. Menurutnya, Festival Walima merupakan bagian dari tradisi keagamaan masyarakat Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang turut dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIA Gorontalo.

"Selain menjaga kelestarian tradisi lokal dalam memperingati Maulid Nabi SAW, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengasah kreativitas serta mempererat silaturahmi antara WBP, petugas, dan keluarga warga binaan," katanya.

Reporter: Saiful
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top