GORONTALO — Pemusatan latihan ini menjadi tahap akhir pembinaan sebelum para atlet turun di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyebut program TC terlaksana berkat rekomendasi dan dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Eng Hian merinci empat sasaran utama pemusatan latihan di Tokyo. Persiapan mencakup aspek teknis dan taktis, menjaga kondisi fisik, mengatur ritme latihan dan recovery, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim.
"Fokus TC ini adalah mematangkan aspek teknis dan taktis, menjaga kondisi fisik, mengatur ritme latihan dan recovery, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim," ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI, Jumat (11/9).
Untuk mendukung efektivitas latihan, PBSI memboyong sejumlah sparring partner serta jajaran asisten pelatih utama. Kehadiran tim pendukung ini diharapkan memenuhi kebutuhan spesifik di masing-masing sektor.
PBSI menargetkan seluruh pemain memanfaatkan waktu singkat di Tokyo untuk menyempurnakan persiapan. Harapannya, para atlet berada dalam kondisi puncak saat memasuki arena pertandingan di Aichi-Nagoya.
Eng Hian berharap persiapan matang membuat para atlet tampil tanpa beban saat turnamen dimulai. Ia menekankan pentingnya semangat kolektif dalam setiap pertandingan.
"Ketika waktunya bertanding nanti, mereka bisa tampil lepas, saling mendukung sebagai satu tim, berjuang untuk setiap poin, dan memberikan kemampuan terbaik untuk Merah Putih," tegasnya.
PBSI telah menetapkan 20 pemain untuk berjuang di Asian Games 2026. Komposisinya terdiri dari 10 atlet putra dan 10 atlet putri.
Dengan komposisi pemain senior dan muda, Indonesia berharap dapat mempertahankan tradisi medali di cabang olahraga bulu tangkis pada Asian Games 2026 mendatang.