GORONTALO — Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari UFC maupun dari kedua petarung. Artinya, status pertarungan ini masih menunggu konfirmasi pihak promotor.
Bilal meraih tiket UFC setelah menghentikan Mridul Saikia hanya dalam 45 detik di ajang Dana White's Contender Series. Ia lalu menang KO atas Nilson Rojas pada debutnya di UFC Shanghai.
Dua kemenangan beruntun itu membuat rekor profesionalnya kini sempurna, 10-0. Nama The IndoNinja pun mulai masuk radar penggemar MMA Indonesia sebagai petarung yang layak diperhitungkan di kelasnya.
Luis Gurule datang dengan pengalaman lebih banyak. Petarung berjuluk Grim itu punya rekor profesional 11-4, dengan rincian lima kemenangan KO/TKO, satu submission, dan lima lewat keputusan juri.
Namun, performa Gurule dalam periode terakhir tidak ideal. Ia menelan empat kekalahan dari lima pertarungan terakhirnya, termasuk kalah submission dari Rei Tsuruya pada ronde pertama di UFC Macau, Mei 2026.
Satu-satunya kemenangan Gurule di rentang itu diraih saat mengalahkan Daniel Barez melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut belum cukup memperbaiki catatannya karena ia kembali kalah pada pertarungan berikutnya.
Duel ini menjadi tolok ukur berikutnya bagi Bilal. Ia akan menghadapi lawan dengan jam terbang lebih panjang di oktagon, sesuatu yang belum banyak ia rasakan sejak masuk UFC.
Di sisi lain, Gurule tetap punya ancaman penyelesaian pertarungan. Lima kemenangan KO/TKO dan satu submission menunjukkan ia bisa mengakhiri laga kapan saja jika lawan lengah.
Bagi Bilal, menjaga rekor 10-0 berarti membuktikan bahwa dua kemenangan KO sebelumnya bukan kebetulan. Bagi Gurule, ini kesempatan menghentikan tren buruk sekaligus menutup catatan empat kekalahan dalam lima laga terakhir.
UFC 334 di Madison Square Garden sendiri menjadi panggung bergengsi bagi petarung Indonesia. Jika pertarungan ini resmi, Bilal akan tampil di salah satu venue paling bersejarah dalam sejarah UFC.