GORONTALO — Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu memulai perburuan poin ganda campuran dari titik nol setelah resmi dipasangkan pelatih Nova Widianto di Pelatnas PBSI. Keduanya kehilangan seluruh koleksi poin ranking BWF karena sistem poin melekat pada kombinasi pasangan dan nomor pertandingan, bukan pada individu pemain. Debut pasangan anyar ini dijadwalkan pada Surabaya International Challenge 2026, 22-27 September.
Keputusan beralih sektor membuat Bagas dan Apriyani harus membangun peringkat dari dasar. Poin besar yang dikoleksi Bagas di ganda putra bersama Muhammad Shohibul Fikri, maupun koleksi Apriyani di ganda putri bersama Greysia Polii, tidak bisa dibawa ke nomor ganda campuran. Keduanya kini menjalani hari kelima latihan bersama sejak dipasangkan Nova Widianto.
Sistem peringkat BWF menghitung poin berdasarkan kombinasi dua pemain dalam satu nomor pertandingan. Ketika Bagas dan Apriyani membentuk pasangan baru di ganda campuran, keduanya otomatis memulai dari nol tanpa modal peringkat sama sekali. Konsekuensinya, keduanya harus mengumpulkan hasil jauh lebih baik dari standar normal agar bisa menembus persaingan elite.
"Karena poin kami di ganda campuran enggak ada. Jadi memang kami harus ekstra banget sih, saya dan Bagas juga gitu. Memang harus benar-benar hasilnya yang bagus banget, bukan bagus doang, tapi bagus banget, karena itu modal buat poin kita," ujar Apriyani saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/9).
Bagas menyadari beban yang menanti di musim kompetisi berikutnya. Menurutnya, perjuangan di sektor baru ini bukan hanya soal ambisi pribadi, melainkan juga tanggung jawab membawa nama Indonesia di panggung bulu tangkis internasional.
"Iya, untuk tahun depan, kami harus berjuang lebih keras, karena ini demi Indonesia juga kan," kata Bagas menimpali.
Status sebagai pemain senior di sektor lama tidak membuat keduanya merasa terbebani. Apriyani justru memandang perpindahan ini sebagai kesempatan untuk kembali belajar dan mengembangkan kemampuan di nomor yang berbeda.
"Ini tuh perubahan baru, tantangan baru. Jadi, ya kenapa aku enggak ambil? Karena aku ngerasa aku masih bisa. Aku juga masih mau banget belajar lagi," ucap Apriyani.
Bagas menambahkan bahwa keduanya berusaha tidak terjebak pada pencapaian masa lalu di sektor masing-masing. Ia menilai perpindahan ini sebagai jalan yang harus dijalani tanpa penyesalan.
"Ya sebenarnya dilihat dari situ [sektor sebelumnya] memang sudah matang, cuma kita harus kembali lagi berpikir jangan seperti itu. Ini sebenarnya enggak apa-apa, ya emang udah, jalannya aja sih buat kita," sambung Bagas.
Bagas/Apriyani baru menjalani lima hari latihan usai dipasangkan Nova Widianto. Ujian pertama pasangan ini adalah Surabaya International Challenge 2026 yang berlangsung 22-27 September. Turnamen tersebut menjadi ajang pembuktian awal sekaligus langkah pertama keduanya mengumpulkan poin ranking di sektor ganda campuran.