POHUWATO — Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, mendesak Pani Gold Mine (PGM) mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menyelesaikan persoalan dengan penambang lokal yang masih bertahan di wilayah konsesi perusahaan. Desakan ini menyusul pembongkaran camp penambang di kawasan Gunung Pani yang kembali terjadi beberapa hari lalu.
Menurut Abdul Hamid Sukoli, persoalan antara perusahaan dan masyarakat tidak cukup diselesaikan hanya dengan tindakan di lapangan. Komunikasi yang terbuka dan penyelesaian yang mempertimbangkan kondisi masyarakat dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik baru.
"Pendekatan dari perusahaan tetap sama dalam mengomunikasikan dengan pihak penambang. Ini berulang-ulang dan terindikasi ada tindakan anarkis," ujar Abdul Hamid Sukoli.
Abdul Hamid Sukoli menilai keberadaan penambang lokal tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Persoalan itu menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat yang telah ada jauh sebelum perusahaan beroperasi.
"Di tengah upaya operasi perusahaan yang sudah semakin masif, secara beriringan dan simultan harus ada penyelesaian juga secara manusiawi terhadap masyarakat. Ini berkaitan dengan ruang hidup. Orang bertahan di sana bahkan tidak berpikir risikonya karena itu ruang hidup mereka," katanya.
Ia menyoroti kondisi masyarakat yang masih membutuhkan ruang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keberadaan mereka di kawasan tersebut, kata dia, berlangsung turun-temurun sejak sebelum aktivitas perusahaan hadir.
"Kondisi rakyat kita dengan situasi saat ini, mereka butuh makan, butuh ruang hidup. Dan ruang hidup ini bukan kali ini saja, tetapi dari zaman dulu. Bahkan sebelum ada perusahaan, mereka sudah ada di tempat itu," ujarnya.
Abdul Hamid Sukoli mengingatkan bahwa penghentian aktivitas penambang tanpa menghadirkan alternatif penghidupan berpotensi membuat mereka kembali bertahan di lokasi yang sama. Penyelesaian persoalan penambang, menurutnya, harus menjadi bagian dari upaya menciptakan keberlangsungan kehidupan mereka.
"Penyelesaian penambang itu bagian dari kita menciptakan keberlangsungan kehidupan mereka. Tanpa ada alternatif sumber penghidupan lain, mereka tetap akan bertahan dengan kondisi yang sekarang," jelasnya.
Ia secara khusus meminta agar pembongkaran camp penambang lokal tidak kembali dilakukan dengan cara yang berpotensi menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Perusahaan didorong membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam setiap proses penyelesaian.
"Kita berharap tindakan yang demikian tidak terulang. Pendekatannya lebih ke arah yang humanis, persuasif, cenderung memanusiakan manusia Pohuwato," tegasnya.
Abdul Hamid Sukoli mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Pohuwato telah berupaya membuka ruang komunikasi secara kelembagaan dengan pihak PGM. Pimpinan DPRD melayangkan surat kepada perusahaan untuk membahas sejumlah persoalan, termasuk keberadaan penambang yang masih bertahan di area konsesi.
Namun, undangan DPRD untuk melakukan pertemuan maupun rapat dengar pendapat disebut belum dapat dipenuhi pihak perusahaan.
"Upaya komunikasi secara kelembagaan, pimpinan sudah melayangkan surat ke perusahaan, termasuk dalam rangka membahas dan membicarakan ini. Tapi lagi-lagi perusahaan melalui suratnya menjawab bahwa mereka belum sempat mempunyai waktu untuk menghadiri undangan DPRD, termasuk penyelesaian penambang-penambang yang bertahan di areal konsesi," ungkapnya.
Abdul Hamid Sukoli berharap persoalan tersebut segera memperoleh jalan keluar sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Ia meminta keberadaan masyarakat lokal yang secara turun-temurun mengelola wilayah itu tetap dihargai dalam proses penyelesaian.
"Jadi hargai mereka sebagai penduduk lokal yang secara turun-temurun telah mengelola lokasi ini. Itu yang kita minta," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pembongkaran camp tidak menjadi pola penyelesaian yang terus berulang. Tindakan di lapangan tanpa diikuti komunikasi yang baik, menurutnya, justru dapat memantik persoalan baru.
"Ini bisa memantik berbagai macam masalah lain. Sehingga kita berharap buka ruang komunikasi yang baik, selesaikan mereka. Lagipula masyarakat kita sudah terbuka dengan keberadaan perusahaan," pungkasnya.