RSUD Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo mendapat dukungan dari Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar Prof Dr dr Syakib Bakri SpPD K-GH FINASIM untuk merealisasikan status Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU). Dukungan itu disampaikan saat Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa berkunjung ke kediaman Prof Syakib di Kota Makassar, Sabtu. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penguatan tenaga medis dan layanan subspesialistik di rumah sakit rujukan milik provinsi tersebut.
GORONTALO — Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa menyebut dukungan Prof Syakib Bakri menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas layanan RSUD Ainun Habibie, khususnya pada bidang Penyakit Dalam. Prof Syakib merupakan dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi dan putra Gorontalo yang kini menjadi salah satu tokoh senior di Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unhas.
Menurut Anang, dukungan tersebut mencakup pengembangan layanan sekaligus pemenuhan persyaratan rumah sakit untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit melalui skema RSPPU.
Dalam pertemuan di Makassar, Prof Syakib menyatakan kesiapan membantu pemenuhan kebutuhan dokter subspesialis Penyakit Dalam di RSUD Ainun Habibie. Lulusan FK Unhas tahun 1976 itu memiliki kompetensi penanganan penyakit ginjal dan hipertensi, baik dari aspek preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.
Kompetensinya meliputi pengelolaan gangguan fungsi ginjal dan pengendalian tekanan darah. Keahlian itu dinilai relevan dengan kebutuhan layanan subspesialistik yang tengah dibangun di Gorontalo.
"Dukungan ini bukan hanya untuk pengembangan layanan, tetapi juga untuk memenuhi persyaratan dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit," kata Anang.
Keterlibatan tenaga ahli dan akademisi senior dari FK Unhas diharapkan mempercepat penguatan sumber daya manusia di RSUD Ainun Habibie. Anang menilai kolaborasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan rumah sakit daerah.
"Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi Gorontalo. Kita ingin pengembangan rumah sakit berjalan seiring dengan penguatan kompetensi tenaga medis dan tersedianya layanan subspesialistik yang dibutuhkan masyarakat," katanya.
Komunikasi dengan para pakar kesehatan yang memiliki keterkaitan dengan Gorontalo akan terus diperkuat. Langkah itu menjadi bagian dari strategi pengembangan RSUD Ainun Habibie sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pendukung pendidikan dokter spesialis.
Anang menegaskan pembangunan RSUD Ainun Habibie tidak berhenti pada infrastruktur. Ekosistem pelayanan dan pendidikan menjadi sasaran berikutnya agar rumah sakit mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Yang kita bangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga ekosistem pelayanan dan pendidikan," katanya.
Dukungan institusi pendidikan dan para pakar dinilai menjadi kunci agar RSUD Ainun Habibie dapat berperan ganda: melayani warga Gorontalo sekaligus mencetak dokter spesialis baru di daerah tersebut.