GORONTALO — SMKN 3 Gorontalo tidak hanya mengirimkan satu atau dua siswa ke panggung vokasi nasional. Kontingen sekolah ini bakal bertarung di 11 cabang lomba berbeda pada LKS Tingkat Nasional 2026. Bidang yang diikuti mencakup Welding, Bricklaying, Cabinet Making, Wall and Floor Tiling, Electronics, Refrigeration and Air Conditioning, Industrial Control, Electrical Installation, Mechanical Engineering CAD, Web Technologies, hingga CAD Building.
Prestasi di tingkat provinsi menjadi tiket bagi para siswa untuk unjuk kemampuan di level tertinggi. Ajang tahunan ini sendiri dirancang sebagai tolok ukur standar kompetensi sekaligus menjembatani keterampilan siswa dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Bukan Sekadar Lomba, tapi Ruang Pembentukan Karakter
Marten S. Nur, guru pendamping SMKN 3 Gorontalo, menegaskan bahwa LKS nasional bukan arena adu cepat semata. “LKS nasional ini menjadi wadah pengujian standar kompetensi siswa di tingkat tertinggi. Pengalaman berharga, wawasan, serta adaptasi teknologi mutakhir yang didapat peserta selama kompetisi di Jakarta dan Jawa Barat nantinya wajib ditularkan kepada adik-adik kelas di sekolah,” ujarnya.
Menurut Marten, kompetisi ini menjadi momentum krusial untuk menguji resiliensi, ketangkasan, dan kedalaman penguasaan keahlian para siswa. Sekolah pun telah menyiapkan pendampingan komprehensif, mulai dari karantina, registrasi, pengawalan teknis saat lomba, hingga kepulangan kontingen ke Gorontalo.
Mencetak Lulusan yang Kompetitif di Pasar Global
SMKN 3 Gorontalo memosisikan diri sebagai sekolah pusat keunggulan yang berkomitmen mencetak lulusan siap kerja. Keikutsertaan pada 11 cabang lomba ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam menumbuhkan budaya prestasi. Pihak sekolah berharap kontingen yang dikirim mampu membawa nama baik Provinsi Gorontalo di kancah nasional.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Proses pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar setiap siswa yang turun ke Jakarta dan Jawa Barat nantinya pulang membawa wawasan baru. Ilmu yang diperoleh selama kompetisi wajib ditularkan ke adik kelas, sehingga ekosistem vokasi di sekolah terus berputar.
LKS Tingkat Nasional tahun ini diikuti oleh SMK dari seluruh Indonesia. Bagi SMKN 3 Gorontalo, ajang ini menjadi panggung pembuktian bahwa talenta vokasi dari daerah timur Indonesia mampu bersaing secara setara dengan sekolah-sekolah unggulan dari provinsi lain.