KOTA GORONTALO — Suasana rapat kerja Komisi I DPRD dengan Dinas Kominfo dan Statistik, Senin (11/5/2026), berbeda dari agenda serupa sebelumnya. Ketua Komisi I Fadli Poha membuka rapat dengan membacakan petuah adat yang ditujukan langsung kepada kepala dinas yang baru.
“Saya bacakan kembali petuah adat yang pak kadis pernah terima saat menjadi Sekda Kabupaten Gorontalo,” kata Fadli.
Fadli melantunkan petuah dalam bahasa daerah: “Tulu-tulu lo ito eya, huta-huta lo ito eya, dupoto-dupoto lo ito eya, taluhu-taluhu lo ito eya, bo ja poluliya lo hilao eyanggu.” Artinya, api, tanah, angin, dan air adalah milik tuanku, namun jangan pernah berbuat sesuka hati.
Petuah itu, menurut Fadli, pernah diterima Mohamad Trizal Entengo saat masih menjabat sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Gorontalo. Kini, sebagai Kadis Kominfotik yang baru, pesan tersebut kembali diingatkan.
Anggota Komisi I menyambut baik kehadiran Trizal. Namun, mereka menyebut ada catatan buruk yang harus segera dibenahi. Anggota Komisi I Fikram Salilama menyoroti anggaran untuk Komisi Informasi Provinsi (KIP) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang dinilai sangat minim.
“Kominfo ini ada catatan buruk di kami. Insyaallah di masa pak kadis bisa mencarikan solusi. KIP dan KPID dari tahun-tahun kemarin agak dipersulit anggarannya. Masa kok KIP dengan KPID 100 juta anggaran. Sangat memalukan,” ujar Fikram.
Komisi I menilai Trizal memiliki gaya kepemimpinan yang lebih terbuka dan komunikatif. Pengalamannya saat menjabat Kepala Biro Umum disebut menjadi modal untuk merangkul semua pihak dan menyelesaikan persoalan anggaran.
Menanggapi hal itu, Trizal mengaku baru menjabat selama empat hari dan tengah menginventarisasi berbagai masalah. “Saya syukuri adalah Komisi I sangat mendukung agar KPID dan KIP ini bisa semakin baik ke depan,” jelasnya.
Raker turut dihadiri komisioner KIP dan KPID. Trizal didampingi Kabid Pengelola Informasi dan Saluran Komunikasi Publik (PISKP) Leisyawati Ali.