KOTA GORONTALO — Komunitas 1000 Guru Gorontalo merayakan hari lahir ke-10 dengan menggelar talkshow bertema kolaborasi pemerintah dan NGO dalam meningkatkan minat pendidikan generasi muda di pedalaman. Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie hadir langsung dalam acara yang berlangsung di Oceana Resort & Resto tersebut.
Dalam sambutannya, Idah menyebut komunitas ini tidak hanya diisi oleh tenaga pendidik profesional. Relawan dari berbagai latar belakang profesi turut bergabung, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kemajuan pendidikan di daerah terpencil.
Idah menekankan bahwa pendidikan yang paling penting bukan sekadar pengetahuan dari buku. Menurutnya, pembentukan karakter menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi muda Gorontalo menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Pendidikan yang paling penting bukan hanya soal pengetahuan yang diperoleh dari buku, tetapi bagaimana membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Idah dalam pidatonya.
Ia menambahkan, kecerdasan bisa diperoleh melalui proses belajar. Namun pembentukan karakter membutuhkan pengalaman, keteladanan, serta proses yang panjang dan berkelanjutan.
Ketua Regional 1000 Guru Gorontalo Muhammad Azhari Harahap mengenang perjalanan organisasi yang telah berdiri sejak 2016. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk kehadiran langsung Wakil Gubernur di sejumlah kegiatan sosial dan pendidikan hingga ke wilayah perbatasan.
“Bagi kami, kehadiran Ibu Wakil Gubernur di lokasi kegiatan hingga ke daerah perbatasan merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti dan menjadi motivasi bagi para relawan untuk terus mengabdi,” ungkap Azhari.
Memasuki usia ke-10 tahun, Komunitas 1000 Guru Gorontalo diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah. Fokus utamanya adalah memperluas akses pendidikan, menumbuhkan semangat belajar generasi muda, serta memperkuat pendidikan karakter di berbagai wilayah pelosok Gorontalo.
Kegiatan talkshow ini menjadi momentum refleksi bagi para relawan yang selama satu dekade bergerak memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Provinsi Gorontalo.