GORONTALO — Kemarahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memuncak saat ia melihat fenomena Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota lebih fokus menjadi konten kreator ketimbang melayani warga. Dalam agenda pelantikan pejabat administrator dan pengawas pekan kemarin, ia mengeluarkan peringatan keras yang langsung menjadi perbincangan.
“Saya ingatkan kepada seluruh ASN, Anda dibayar oleh uang rakyat untuk bekerja, bukan untuk jadi artis media sosial! Mulai hari ini, saya larang keras ada ASN yang live di TikTok, Instagram, atau platform apa pun saat jam kerja!” tegas Adhan dengan nada tinggi dan raut wajah serius.
Wali Kota dua periode itu memastikan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun. Ia menilai aktivitas berselancar di media sosial saat jam pelayanan publik telah mencederai marwah profesi ASN. “Kalau mau main medsos, tunggu pulang kantor. Jangan sampai rakyat telantar hanya karena Anda sibuk membaca komentar netizen,” ujarnya.
Adhan menambahkan, jika ada ASN yang kedapatan melanggar, ia tidak akan ragu menjatuhkan sanksi disiplin berat. Bahkan, ia memberikan ultimatum tegas. “Kalau tidak sanggup disiplin dan melayani, silakan mundur saja jadi ASN!” pungkasnya.
Kekesalan Adhan Dambea bukan tanpa alasan. Ia mengamati sendiri bahwa sebagian ASN justru sibuk melakukan siaran langsung (live) di berbagai platform saat jam pelayanan sedang berlangsung. Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan tugas pokok ASN yang seharusnya menjadi pelayan publik.
Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus memicu peningkatan kualitas pelayanan publik di jajaran Pemerintah Kota Gorontalo. Seluruh ASN kini diingatkan untuk kembali fokus pada tugas utama mereka, bukan pada jumlah like dan komentar di dunia maya.