GORONTALO — Kepala NASA Jared Isaacman buka suara soal nasib landasan peluncuran Blue Origin di Launch Complex 36. Dalam wawancara dengan CNBC, Isaacman mengatakan bahwa memperbaiki kerusakan di fasilitas tersebut akan "memakan waktu yang serius". Pernyataan ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa dampak ledakan roket New Glenn beberapa waktu lalu tidak ringan.
Sebelumnya, Blue Origin optimistis New Glenn bisa terbang lagi dalam waktu dekat. Namun, pernyataan Isaacman justru menunjukkan realitas yang berbeda. Landasan yang hancur bukan sekadar soal beton retak atau kabel putus—melainkan infrastruktur vital yang harus berfungsi penuh untuk menopang roket raksasa setinggi 98 meter itu.
“Butuh waktu serius untuk memperbaikinya,” ujar Isaacman. Kalimat ini menjadi alarm bagi pengamat antariksa dan mitra komersial Blue Origin. Tanpa landasan yang siap pakai, jadwal uji terbang kedua New Glenn otomatis mundur.
New Glenn bukan proyek hobi. Roket ini dirancang untuk misi kargo dan kru ke orbit rendah Bumi, termasuk potensi kontrak dengan NASA untuk program Artemis dan misi komersial lainnya. Jika landasan tidak pulih cepat, Blue Origin berisiko kehilangan slot waktu yang sudah dialokasikan.
Isaacman tidak menyebutkan angka pasti biaya perbaikan, tapi skala kerusakan diperkirakan mencapai puluhan juta dolar. Ini menjadi pukulan telak bagi perusahaan milik Jeff Bezos yang tengah berusaha mengejar ketertinggalan dari SpaceX.
Ledakan saat uji statis atau peluncuran perdana New Glenn menyebabkan kerusakan struktural yang meluas. Meskipun Blue Origin belum merilis laporan investigasi resmi, kerusakan di landasan peluncuran menunjukkan bahwa kegagalan tidak hanya terjadi di roket, tetapi juga berdampak pada fasilitas darat.
Untuk roket raksasa seperti New Glenn, landasan peluncuran bukan sekadar tempat berdiri. Ada sistem pendingin, penahan api, jalur bahan bakar, dan sistem komunikasi yang semuanya harus presisi. Satu komponen rusak bisa mengganggu seluruh operasi.
Selain kontrak kargo, New Glenn juga diproyeksikan membawa astronaut komersial dan misi penelitian. Isaacman sendiri adalah seorang miliarder yang pernah terbang ke luar angkasa lewat misi Inspiration4. Komentarnya soal waktu perbaikan yang panjang mengindikasikan bahwa Blue Origin tidak bisa terburu-buru.
“Kami ingin memastikan semuanya aman dan andal sebelum terbang lagi,” kata Isaacman menambahkan. Pernyataan ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa NASA tidak akan memberikan kelonggaran jadwal hanya demi target tahun ini.
Meskipun situasi genting, Blue Origin masih memiliki beberapa opsi. Perusahaan bisa memanfaatkan fasilitas lain atau mempercepat perbaikan dengan tim tambahan. Namun, tanpa pernyataan resmi dari pihak Blue Origin, semua masih spekulasi.
Yang jelas, target “terbang lagi tahun ini” kini terdengar seperti janji politik daripada rencana teknis. Jika perbaikan memakan waktu hingga 2026, New Glenn akan kehilangan momentum di pasar peluncuran antariksa yang semakin kompetitif.