TILAMUTA — Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar pentas seni dan budaya di Kecamatan Tilamuta sebagai langkah nyata menyelamatkan warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat Gorontalo. Kegiatan ini diinisiasi oleh Rum Pagau, tokoh yang konsisten mendorong pelestarian budaya lokal di Bumi Serambi Madinah.
Menurut Rum Pagau, menjaga dan melestarikan budaya daerah bukan sekadar seremonial, melainkan kebutuhan mendesak di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Ia menegaskan bahwa identitas masyarakat Gorontalo mulai luntur jika tidak ada aksi nyata dari generasi muda dan pemerintah daerah.
Pentas seni di Tilamuta menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Boalemo, mulai dari tarian daerah hingga musik tradisional. Kegiatan ini melibatkan puluhan seniman lokal dan pelajar sebagai peserta, menjadikannya ajang edukasi sekaligus hiburan bagi warga.
Rum Pagau menyebut bahwa pagelaran ini adalah bentuk konkret komitmen daerah terhadap pelestarian budaya. "Kami tidak ingin budaya Gorontalo hanya tinggal cerita. Lewat pentas ini, generasi muda bisa melihat dan merasakan langsung kekayaan leluhur mereka," ujarnya.
Pagelaran ini diharapkan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan anak muda. Pemerintah Kabupaten Boalemo berencana menjadikan pentas seni budaya sebagai agenda rutin tahunan, tidak hanya di Tilamuta tetapi juga di kecamatan-kecamatan lain.
Ke depan, Rum Pagau mendorong pemerintah daerah untuk membentuk sanggar budaya di setiap desa. Menurutnya, regenerasi seniman adalah kunci agar warisan leluhur tidak punah. "Kita butuh ruang bagi anak muda untuk belajar dan berkarya. Sanggar adalah jawabannya," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Boalemo menyambut baik inisiatif ini dan berjanji mengalokasikan anggaran khusus untuk program pelestarian budaya pada APBD perubahan tahun ini.