Kenaikan BBM per 10 Juni 2026 Dongkrak Biaya Hidup, Ojek Online dan Ibu Rumah Tangga Paling Terpukul

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:47:01 WIB
Pengemudi ojek online di Ciledug mengalami peningkatan biaya operasional akibat kenaikan BBM.

GORONTALO — Kenaikan harga BBM yang mulai berlaku pada pekan kedua Juni 2026 ini tak hanya mengerek ongkos angkutan umum. Biaya distribusi barang ikut membengkak, sehingga harga beras, sayur-mayur, dan bahan pangan lain merangkak naik di tingkat pedagang. Situasi ini memaksa rumah tangga mengatur ulang prioritas belanja.

Pendapatan Harian Tergerus Biaya Operasional

“BBM sangat berdampak sekali pada pendapatan saya, dikarenakan biaya operasional yang meningkat,” ujar Yudi, warga Ciledug yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia mengaku harus menyisihkan lebih banyak penghasilan hanya untuk mengisi tangki motor setiap hari.

Kondisi serupa dialami Erna, ibu rumah tangga di kawasan yang sama. “Kenaikan BBM sangat memberatkan bagi saya, karena pengeluaran harian saya meningkat saat berbelanja kebutuhan pokok,” keluhnya. Ia kini mulai mengurangi pembelian barang yang tidak mendesak agar anggaran rumah tangga tetap aman.

Pedagang Kecil Terjepit Daya Beli Masyarakat

Para pelaku usaha mikro dan pedagang kecil ikut terkena imbas. Biaya operasional yang naik memaksa mereka menyesuaikan harga jual. Namun, langkah ini berisiko menurunkan daya beli konsumen yang sudah terbatas. Sebagian pedagang memilih menekan margin keuntungan daripada kehilangan pelanggan.

Kenaikan BBM sendiri merupakan bagian dari kebijakan penyesuaian ekonomi pemerintah. Otoritas berjanji akan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak. Meski demikian, warga berharap ada langkah lanjutan agar beban biaya hidup tidak terus memberatkan dalam jangka panjang.

Langkah Antisipasi di Tengah Tekanan Inflasi

Pemerintah belum merinci skema dan jadwal pasti penyaluran bantuan sosial untuk kelompok rentan. Para pengamat memperkirakan tekanan inflasi dari sisi transportasi dan pangan akan berlangsung setidaknya hingga dua bulan ke depan. Warga diimbau untuk mengelola pengeluaran secara lebih selektif selama masa transisi ini.

Reporter: Sutomo
Sumber: siaran-berita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top