Fenomena Wonderwall di Piala Dunia 2026: Lagu Oasis Jadi Ritual Baru Timnas Inggris Usai Kemenangan

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 00:22:01 WIB
Timnas Inggris dan suporter menyanyikan lagu Wonderwall usai kemenangan di Piala Dunia 2026.

GORONTALO — Fenomena unik mewarnai perjalanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Bukan sekadar Three Lions atau Sweet Caroline, lagu balada Britpop milik Oasis, Wonderwall, kini menjadi anthem kebersamaan antara pemain dan pendukung usai setiap kemenangan. Tradisi ini pertama kali terjadi di Dallas, Texas, setelah The Three Lions menundukkan Kroasia 4-2.

Bermula dari Daftar Putar Stadion

Kebiasaan ini bermula dari permintaan FIFA kepada setiap tim peserta turnamen untuk menyediakan lagu untuk momen tertentu di stadion, termasuk pemanasan, selebrasi gol, dan nyanyian pasca-pertandingan. Inggris memilih Wonderwall sebagai salah satu opsi lagu setelah laga usai.

Saat lagu diputar melalui pengeras suara di Stadion Dallas, para pemain dan puluhan ribu suporter secara spontan ikut bernyanyi bersama. Momen itulah yang kemudian diulang setelah kemenangan atas Meksiko dan Republik Demokratik Kongo.

Lirik yang Menyentuh Perjalanan Panjang Inggris

Tak ada yang bisa memastikan secara pasti mengapa lagu ini begitu mudah diterima. Namun, lirik Wonderwall dinilai memiliki keselarasan dengan misi berat Inggris yang belum pernah merasakan trofi sejak 1966. Kata "mungkin" di bagian reffrein seolah menggambarkan harapan bahwa tahun ini bisa menjadi milik mereka.

Fans pun dengan semangat meneriakkan, "I don't believe that anybody feels the way I do about you now," yang secara khusus ditujukan kepada bek besar Dan Burn setelah aksi heroiknya di Stadion Azteca. Euforia ini bahkan mendorong Liam Gallagher sendiri berjanji akan ikut bernyanyi di lapangan jika Inggris lolos ke final.

Dampak Streaming dan Sikap Noel Gallagher

Lonjakan popularitas Wonderwall terbukti secara data. Usai kemenangan dini hari Senin lalu atas Meksiko, lagu tersebut mencatatkan 200.441 streaming dalam 24 jam penuh, atau naik 18 persen secara harian. Angka streaming langsung melonjak 306 persen pasca-pertandingan.

Lagu-lagu ikonik Inggris lainnya seperti Three Lions, Vindaloo, dan World in Motion juga ikut merasakan dampak positif dari euforia Piala Dunia tahun ini.

Sayangnya, tradisi ini menjadi pedas bagi Noel Gallagher. Sang gitaris Oasis berulang kali mengaku bukan pendukung Timnas Inggris. "Saya bukan fans Inggris. Saat saya tumbuh dewasa, tim itu penuh pemain Liverpool dan Manchester United. Saya tak bisa mendukung itu," ujarnya kepada TalkSPORT. Meski begitu, ia mengaku senang melihat performa John Stones dan Marc Guehi, dua pemain yang ia anggap teman dekat.

Nasib Lagu Lain yang Terlupakan

Di tengah hiruk-pikuk Wonderwall, ada satu lagu yang kembali diabaikan para suporter: England are Jolly Dee milik Neil dan Christine Hamilton. Lagu yang dirilis pada 2006 itu sepertinya tetap akan menjadi "koleksi pribadi" yang tak pernah didendangkan di tribun.

Reporter: Sutomo
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top