GORONTALO — Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kasupe, meminta semua instansi terkait tidak sekadar mengumpulkan dokumen. Data yang disiapkan harus mutakhir dan akurat agar penilaian maksimal.
"Kami berharap seluruh data yang disampaikan merupakan data terbaru. Semakin lengkap data dukung yang kita miliki, semakin besar peluang Gorontalo memperoleh hasil yang lebih baik dalam penilaian IMTI," ujar Sultan dalam rapat persiapan.
Pada pergelaran IMTI 2025, Provinsi Gorontalo menempati peringkat ke-11 secara nasional. Capaian itu kini menjadi motivasi sekaligus tolok ukur untuk terus membenahi kualitas pelayanan destinasi wisata.
Sultan menegaskan, peningkatan jumlah wisatawan harus berjalan beriringan dengan pembenahan fasilitas di lapangan. Tanpa infrastruktur yang memadai, target peringkat sulit tercapai.
Keberhasilan dalam ajang penghargaan pariwisata tidak bisa bertumpu pada satu instansi. Sultan menyebut, dibutuhkan komitmen bersama untuk membangun citra Gorontalo sebagai destinasi wisata halal yang unggul.
"Melalui kolaborasi yang kuat dan dukungan data yang lengkap, kami optimistis Gorontalo dapat meningkatkan peringkat Indonesia Muslim Travel Index dan semakin memperkuat citra sebagai destinasi wisata ramah muslim di Indonesia," tegasnya.
Indonesia Muslim Travel Index merupakan pemeringkatan yang menilai kesiapan destinasi dalam melayani wisatawan muslim. Indikatornya mencakup ketersediaan fasilitas ibadah, makanan halal, serta akses informasi yang ramah bagi wisatawan muslim.
Dengan persiapan yang lebih matang, Pemprov Gorontalo berharap peringkat tahun ini bisa melesat lebih tinggi dari posisi ke-11 yang diraih tahun sebelumnya.