Viture Luma Ultra dan Pro Neckband Bawa Layar 120 Inci ke Mana Saja, Tapi Siap Dibilang Kuper

Penulis: Saiful  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 22:05:01 WIB
Viture Luma Ultra dan Pro Neckband hadirkan layar OLED 120 inci portabel dengan teknologi 6DoF.

GORONTALO — Jika Anda nekat memakai Viture Luma Ultra dan Pro Neckband di luar rumah, siap-siap menjadi pusat perhatian yang tidak diinginkan. Remaja akan menunjuk, barista mungkin bertanya apakah Anda butuh bantuan medis. Seperti ditulis pengulas di Tom's Guide, "if you wear the Viture Luma Ultra and the Pro Neckband in public, you are going to look like an absolute melt."

Tapi di balik penampilan yang kikuk, ada pengalaman yang sulit ditandingi. Bayangkan duduk di kafe sambil menikmati layar OLED 120 inci yang melayang di depan mata, memainkan game cloud GeForce Now, atau menonton pertandingan Piala Dunia di pub yang tidak punya televisi. "The old men sipping bitters can stare all they want, but I’m watching the Jude Bellingham masterclass while they’re not," tulis pengulas.

Dua Skenario Utama: Bermain dan Bekerja

Pro Neckband berjalan di Android 13, menyediakan akses ke aplikasi Google dan Play Store. Untuk hiburan, Anda bisa menyambungkan kontroler Bluetooth dan bermain game cloud via GeForce Now, atau streaming dari konsol PS5/Xbox lewat aplikasi PSPlay dan XBXPlay. Untuk kerja, dukungan multi-layer memungkinkan Anda membuka Google Drive, Docs, dan Chrome secara bersamaan, lalu mengetik dengan keyboard Bluetooth.

Fitur Immersive 3D yang hadir lewat aplikasi Spacewalker juga patut dicoba. Konversi konten 2D ke 3D secara real-time mungkin terasa seperti gimmick, tapi untuk adegan balap di "The Fast & The Furious", efek kedalaman yang dihasilkan cukup menghibur.

6DoF Tracking: Bisa Berjalan di Sekitar Layar Maya

Kebanyakan kacamata AR hanya punya 3DoF (three degrees of freedom), yang berarti layar akan tetap terkunci di depan Anda meski kepala menoleh ke kiri-kanan atau atas-bawah. Viture Luma Ultra dengan chip khusus dan kamera di kacamata, ditambah daya komputasi Pro Neckband, menawarkan 6DoF (six degrees of freedom).

Dengan 6DoF, Anda bisa bergerak maju-mundur, naik-turun, dan menyamping di sekitar layar maya. Sayangnya, pelacakan tangan belum sepenuhnya andal. Pengulas mengaku beberapa kali harus melambai-lambaikan tangan dan mencubit di udara agar sistem mengenali gerakannya. Untungnya, ada aplikasi remote Neckband Pro yang bisa dijadikan trackpad atau pointer sebagai solusi darurat.

Baterai, Harga, dan Kesimpulan

Baterai Pro Neckband bertahan sekitar 3,5 jam dalam pengujian. Cukup untuk satu film panjang atau sesi kerja, tapi masih kurang untuk perjalanan jauh. Viture juga terus memperbarui perangkat lunak — pengulas mencatat bahwa setahun lalu pengalaman masih berantakan dengan aplikasi yang "terbang" dan pelacakan yang hampir tidak bisa diandalkan. Kini, platformnya jauh lebih matang.

Kombinasi Viture Luma Ultra dan Pro Neckband dibanderol hampir USD 900 (sekitar Rp 14,85 juta). Ini adalah harga yang sama dengan beberapa unit Meta Quest 3S. Namun, jika prioritas Anda adalah portabilitas maksimal — nonton film di pesawat, main game di taman, atau kerja di mana saja tanpa perlu monitor fisik — perangkat ini menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan VR headset biasa. Cocok untuk pengguna yang sudah tahu persis kebutuhan mereka dan siap menerima konsekuensi sosial dari penampilan yang tidak biasa.

Reporter: Saiful
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top