GORONTALO — Google Images resmi berusia 25 tahun pada Juli 2025. Untuk merayakannya, Google memperkenalkan tampilan baru pada laman images.google.com yang disebut sebagai "browsable home" atau galeri yang bisa dijelajahi. Bedanya dengan tampilan lama, halaman ini kini menampilkan galeri gambar imersif yang dinamis dan disesuaikan dengan minat unik masing-masing pengguna saat masuk ke akun Google di desktop.
Perubahan paling terlihat ada pada bagian atas halaman. Google menambahkan tab-tab yang memungkinkan pengguna "melompat kembali dan terus menjelajah berdasarkan apa yang menginspirasi Anda." Tab ini akan menyimpan riwayat pencarian visual pengguna, sehingga tidak perlu mengetik ulang kata kunci dari awal.
Fungsi baru lainnya adalah kemampuan menyimpan gambar langsung ke fitur koleksi (collections) yang sudah ada di Google. Ini praktis untuk pengguna yang sering mengumpulkan referensi desain, resep masakan, atau ide dekorasi rumah. Cukup klik ikon simpan, gambar akan masuk ke folder koleksi pribadi tanpa perlu unduh manual.
Bersamaan dengan pembaruan ini, Google juga mengintegrasikan fitur pembuatan gambar ke dalam AI Overviews di Search. Fitur ini menggunakan model Nano Banana 2 Lite untuk menghasilkan gambar dari teks deskripsi pengguna. Google menyebutnya sebagai solusi ketika gambar yang dicari belum ada di internet.
"Terkadang, gambar sempurna sudah ada di web, menunggu untuk ditemukan. Namun di lain waktu, Anda mungkin memiliki visi yang sangat spesifik yang gambarnya belum ada. Untuk membantu mewujudkan ide unik tersebut, kami menghadirkan pembuatan gambar langsung ke AI Overviews di Search," tulis Google dalam pengumuman resmi.
Fitur pembuatan gambar ini mulai digulirkan dalam beberapa pekan mendatang untuk bahasa Inggris di semua negara yang mendukung pembuatan gambar AI Mode. Belum ada informasi kapan akan tersedia untuk bahasa Indonesia.
Google Images pertama kali diluncurkan pada Juli 2001 dengan misi "mencari dan menjelajahi konten visual dari seluruh web secara instan." Sejak saat itu, Google terus menambahkan fitur pencarian visual:
Bagi pengguna di Indonesia, fitur galeri personal ini belum tersedia karena peluncuran awal masih terbatas di AS dan hanya untuk desktop berbahasa Inggris. Namun, fitur pembuatan gambar di AI Overviews bisa dinantikan jika Google memperluas dukungan bahasa. Sementara itu, fitur-fitur seperti Circle to Search dan Google Lens sudah bisa dinikmati di berbagai perangkat Android yang beredar di pasar lokal.