KABUPATEN GORONTALO — Angka anak putus sekolah di Gorontalo masih menjadi pekerjaan rumah besar. Gubernur Gusnar Ismail menyebut ada sekitar 25.000 anak usia sekolah yang hingga kini belum mengenyam pendidikan sama sekali.
“Saya yakin dan percaya para tenaga pendidik dan pendidikan di Muhammadiyah bisa bekerjasama dengan kami untuk mengurangi, minimal mengurangi angka itu agar supaya anak-anak Gorontalo ini semuanya bisa sekolah,” kata Gusnar di hadapan peserta musyawarah.
Gusnar menekankan Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai organisasi yang telah lama berkontribusi di bidang pendidikan hingga ke pelosok daerah. Ia ingin kolaborasi ini diperkuat tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sumber daya manusia.
Di bidang ekonomi, Gubernur menyoroti program hilirisasi ayam yang dipercayakan pemerintah pusat kepada Provinsi Gorontalo. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka kemiskinan.
Gusnar juga membeberkan progres pembangunan infrastruktur strategis. Ia menyebut pembangunan apron pesawat berbadan lebar di bandara setempat sedang berlangsung dan ditargetkan rampung pada 2027.
“Kalau seluruh tahapan selesai sesuai rencana, insya Allah tahun 2028 Gorontalo sudah bisa menjadi embarkasi haji. Sebelum itu, kami juga mengupayakan penerbangan umrah langsung dari Gorontalo,” pungkasnya.
Menutup sambutannya, Gusnar menyatakan komitmennya untuk terus memperhatikan berbagai aspirasi Muhammadiyah. Salah satunya adalah pengembangan infrastruktur di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).
Ia juga berharap Gorontalo dapat menjadi tuan rumah agenda nasional Muhammadiyah pada masa mendatang. Menurutnya, hal itu bisa terwujud dengan dukungan dan perjuangan bersama seluruh elemen masyarakat.