ROMA — Pemerintah Italia mengambil langkah darurat dengan mengumumkan peringatan gelombang panas ekstrem di 15 kota. Status merah atau tingkat tiga itu berlaku untuk sejumlah kota besar seperti Roma, Florence, Bologna, Turin, dan Palermo. Satu kota lagi, Milan, diperkirakan menyusul memasuki status yang sama pada Jumat (18/7).
Peringatan merah menandakan kondisi darurat gelombang panas dengan suhu tinggi yang bertahan lama. Risiko kesehatan terhadap populasi dinilai sangat tinggi, tidak hanya bagi lansia atau mereka yang memiliki penyakit bawaan, tetapi juga individu muda yang sehat.
Warga di kota-kota yang masuk daftar diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam puncak panas. Pemerintah setempat juga membuka pusat pendingin umum dan memperpanjang jam operasional tempat-tempat ber-AC, seperti pusat perbelanjaan dan perpustakaan.
Menurut laporan Kantor Berita Italia, ANSA, berikut daftar 15 kota yang telah berada dalam status merah: Bari, Campobasso, Genoa, Latina, Palermo, Pescara, Rieti, Viterbo, Bologna, Brescia, Florence, Frosinone, Perugia, Rome, dan Turin.
Kota Milan saat ini masih berada dalam level waspada, namun diperkirakan akan naik ke status merah pada Jumat. Total hampir separuh wilayah Italia kini berada dalam cengkeraman gelombang panas yang tidak biasa.
Para ilmuwan mengaitkan fenomena ini dengan krisis iklim yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Dampaknya tidak hanya gelombang panas, tetapi juga kekeringan, badai besar, dan banjir yang semakin sering terjadi.
Meskipun berbagai sumber dapat menghasilkan gas rumah kaca, penggunaan bahan bakar fosil—seperti minyak bumi, gas, dan batu bara—tetap menjadi penyumbang utama pemanasan global. Italia, seperti negara-negara Eropa lainnya, kini menghadapi musim panas yang semakin ekstrem dari tahun ke tahun.