GORONTALO — Piala Presiden 2026 membuktikan diri sebagai magnet televisi terkuat di Indonesia. Jelang laga puncak yang mempertemukan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (9/5/2026), data rating dan share yang dirilis SCM menunjukkan animo publik yang luar biasa terhadap turnamen pramusim ini.
Direktur SCM, Harsiwi Achmad, mengungkapkan bahwa laga semifinal yang mempertemukan Persib melawan Persija menjadi magnet terbesar. Pertandingan bertajuk "El Clasico Indonesia" itu berhasil mencetak audience share fantastis.
"Semifinal kemarin rating dan share-nya luar biasa. Persib Vs Persija itu audience share-nya 38,7. Artinya hampir 40 persen penduduk Indonesia saat itu nontonnya ya semifinal Piala Presiden 2026," jelas Harsiwi dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Angka tersebut menjadi modal besar bagi SCM untuk menatap partai final. Pertarungan antara Persib dan Persebaya, dua tim dengan basis suporter terbesar di Indonesia, berpotensi melampaui rekor semifinal kemarin.
Harsiwi tidak menampik bahwa kesuksesan ini bukan kebetulan. Ada enam faktor kunci yang membuat Piala Presiden 2026 begitu diminati publik, mulai dari pemilihan peserta hingga kualitas produksi siaran.
Puncak gelaran akan berlangsung di Bali. Sebelum final, Persija Jakarta dan Arema FC akan lebih dulu berduel dalam perebutan posisi ketiga di stadion yang sama.
Dengan tren positif yang ada, SCM optimistis partai puncak nanti akan mencetak rating dan share tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Presiden. "Ini luar biasa, benar-benar menjadi hiburan bagi masyarakat Indonesia," tandas Harsiwi.