Anggaran Penanganan Bencana Gorontalo Rp97 Miliar Cair Akhir Agustus, Bangun 2 Jembatan hingga Tanggul di Boalemo

Penulis: Yasir  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:39:01 WIB
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Bupati Boalemo Rum Pagau mengikuti audiensi dengan Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat lampu hijau dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk merealisasikan anggaran Rp97 miliar yang diajukan sebagai bentuk penanganan pascabencana. Kepastian itu mengemuka setelah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Bupati Boalemo Rum Pagau melakukan audiensi tertutup dengan Kepala BNPB Suharyanto di ruang kerjanya, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).

Gusnar menyebut, proses administrasi keuangan menjadi pekerjaan rumah terakhir yang harus dituntaskan sebelum dana ditransfer. Ia optimistis seluruh persyaratan dapat diselesaikan dalam pekan-pekan ini sehingga realisasi berjalan sesuai jadwal.

“Pertemuan tadi mengonfirmasi kembali usulan yang pernah kami ajukan ke BNPB terkait dengan kejadian bencana di Provinsi Gorontalo. Sudah ada konfirmasi dari kepala BNPB untuk segera dilaksanakan hingga ada beberapa adminstrasi yang berkaitan dengan keuangan harus selesaikan. Direncanakan Agustus akhir sudah bisa kita laksanakan,” jelas Gusnar usai pertemuan itu.

Prioritas Perbaikan di Desa Harapan, Boalemo

Kawasan yang menjadi perhatian utama dalam usulan ini adalah Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Lokasi tersebut sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Gubernur Gusnar Ismail beberapa hari menjelang pertemuan di Jakarta.

Desa Harapan menjadi salah satu titik terparah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 2025. Kerusakan infrastruktur dasar di wilayah tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga sehari-hari, sehingga percepatan rehabilitasi menjadi prioritas.

Dana Rekonstruksi untuk 3 Daerah

Selain penanganan di Boalemo, Pemerintah Provinsi Gorontalo turut mengusulkan pembangunan sejumlah infrastruktur vital yang tersebar di tiga daerah. Rinciannya mencakup pembangunan dua jembatan, dua talud penahan tanah, dan dua tanggul pengendali banjir.

Proyek-proyek tersebut direncanakan berlokasi di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo. Keenam titik infrastruktur itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap permukiman di wilayah rawan bencana.

Pendampingan BPBD dan Target Penyelesaian Administrasi

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Gusnar didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi dan Kepala BPBD Boalemo Roslina Karim. Dari pihak BNPB, pertemuan dihadiri Sekretaris Utama Rustian serta sejumlah pejabat eselon I.

Kehadiran dua kepala BPBD tersebut menjadi sinyal bahwa proses verifikasi teknis di lapangan telah rampung. Kini, fokus pemerintah daerah adalah mempercepat penerbitan dokumen anggaran agar pencairan dana tidak molor dari target akhir bulan ini.

Dengan adanya kepastian pendanaan ini, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dapat segera dieksekusi sebelum memasuki puncak musim hujan berikutnya, sehingga risiko bencana susulan dapat ditekan.

Reporter: Yasir
Sumber: prosesnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top