Dubes UEA Tinjau Lokasi Gorontalo Islamic Centre di Bone Bolango, Infak Terkumpul Rp 3,2 Miliar

Penulis: Yasir  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:38:31 WIB
Duta Besar UEA meninjau lokasi pembangunan Gorontalo Islamic Centre di Bone Bolango.

BONE BOLANGO — Rencana pembangunan Gorontalo Islamic Centre (GIC) memasuki babak baru setelah Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, meninjau langsung lokasi proyek di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (12/8/2026). Dalam kunjungan itu, Abdulla meminta proposal resmi dari pengelola yayasan untuk diajukan kepada calon investor di negaranya.

“Kami tunggu proposalnya, nanti akan diajukan ke stakeholder di UEA yang berminat berinvestasi untuk membangun masjid raya Gorontalo,” ujar Abdulla saat meninjau lokasi.

Lahan 40 Hektare dan Fasilitas Penunjang

GIC dirancang bukan sekadar masjid raya. Di atas lahan seluas 40 hektare, kawasan ini akan dilengkapi pusat dakwah, destinasi wisata, sport center, serta area khusus UMKM. Proyek ini sebelumnya telah dicanangkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Desember 2025.

Kunjungan Abdulla didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim dan Ketua Yayasan GIC Wahyudin Katili. Kehadiran duta besar di lokasi proyek menjadi indikasi kuat adanya ketertarikan investor Timur Tengah terhadap pengembangan kawasan ini.

Pengalaman UEA di Solo Jadi Acuan

Ketertarikan UEA terhadap pembangunan masjid di Indonesia bukan tanpa preseden. Pada 2021, negara tersebut membangun masjid di Kota Solo, Jawa Tengah. Masjid yang merupakan hadiah dari Pangeran UEA, Syeikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, tersebut digambarkan sebagai miniatur Syeikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi.

Pengalaman itu menjadi modal penting bagi Yayasan GIC untuk meyakinkan calon investor. Apalagi, progres fisik pembangunan di lokasi sudah dimulai sejak awal tahun ini.

Scrubbing dan Sondir Sudah Berjalan

Yayasan GIC pada Februari 2026 telah melakukan kegiatan scrubbing atau perataan tanah di area pembangunan. Selain itu, pihak yayasan juga melakukan aktivitas sondir untuk mengetahui kepadatan dan kekuatan daya dukung tanah sebelum konstruksi utama dimulai.

Tahapan ini menjadi dasar teknis yang krusial untuk memastikan kesiapan lahan, sekaligus bahan kelengkapan proposal yang akan diserahkan ke pihak UEA.

Dana Infak Masyarakat Tembus Rp 3,2 Miliar

Di tengah proses menunggu investor, penggalangan dana dari masyarakat terus berjalan. Berdasarkan laporan keuangan per 7 Agustus 2026 yang dipublikasikan melalui akun Instagram gorontaloislamiccentre, jumlah infak dan sedekah yang sudah terkumpul mencapai Rp 3.267.189.781.

Dana tersebut dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh lapisan masyarakat. Bagi warga yang ingin berpartisipasi, donasi dapat disalurkan melalui Bank Muamalat dengan nomor rekening 8120999999 dan Bank BSG 00301539999999.

Reporter: Yasir
Sumber: newsnesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top