GORONTALO — Sebanyak 2.500 paket pangan bersubsidi disiapkan Pemprov Gorontalo dalam pasar murah yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo. Setiap paket berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, cabai seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, satu ekor daging ayam, dan 10 butir telur.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah kondisi musim kemarau yang berlangsung saat ini. Ia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan di daerah tetap aman.
Subsidi Rp 176 Ribu per Paket, Warga Tebus Rp 95 Ribu
Dengan total harga normal tujuh komoditas mencapai sekitar Rp 271 ribu, Pemprov Gorontalo memberikan subsidi sebesar Rp 176 ribu. Artinya, masyarakat hanya perlu membayar Rp 95 ribu untuk menebus satu paket kebutuhan pokok.
Selain paket bersubsidi, Bulog Gorontalo turut menyediakan beras SPHP kemasan lima kilogram dengan harga Rp 57 ribu serta minyak goreng MinyaKita seharga Rp 15 ribu per liter. Sejumlah komoditas pangan lainnya juga tersedia melalui gerai modern dengan harga distributor, sehingga warga memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan.
Bantuan Beras Presiden untuk Keluarga Penerima Manfaat Sudah Berjalan
Pada kesempatan yang sama, Gusnar memastikan penyaluran bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Gorontalo yang merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Bulog telah mulai berjalan. Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.
"Saya sudah cek ke Bulog penyalurannya sudah sementara berjalan," pungkas Gusnar.
Menjaga Daya Beli Warga di Tengah Musim Kemarau
Pelaksanaan pasar murah ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Gorontalo dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terjangkau. Gusnar menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir membantu masyarakat apabila terjadi kenaikan harga di pasaran.
"Kami terus bekerja dan memperhatikan kondisi masyarakat apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Pemerintah terus memantau kalau ada kenaikan harga dan akan selalu hadir membantu masyarakat," tegas Gusnar.