BONE BOLANGO — Sofian Ibrahim meminta seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memetakan persoalan di unit kerja masing-masing. Ia tidak ingin pelatihan berhenti pada seremonial belaka, tetapi melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan kinerja organisasi secara terukur.
“Pelatihan ini dibikin agar mengembangkan kapasitas persiapannya mereka yang mengawas, kemudian yang pejabat administrator harus memahami tugasnya sebagai pejabat administrator sebagai pemimpin program dan kegiatan,” ujarnya saat membuka pelatihan.
Dalam arahannya, Sofian mendorong para peserta menyusun Aksi Perubahan Kinerja Organisasi atau AKKOL. Rancangan aksi ini harus berangkat dari persoalan aktual yang dihadapi di lingkungan kerja, bukan sekadar gagasan teoretis.
Ia menambahkan, aksi perubahan yang disusun diharapkan memberi warna sekaligus dampak terhadap peningkatan kinerja organisasi. Setiap usulan program harus mampu menjawab kebutuhan riil pelayanan publik.
Sofian juga menyoroti pesatnya perkembangan pemerintahan digital. Menurutnya, aparatur dituntut lebih cermat dalam memilih solusi dan membangun keterpaduan program antar-unit kerja.
Perencanaan yang baik, kata dia, harus memperhatikan proses bisnis, layanan, serta integrasi dengan organisasi dan sistem lain. Hal ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih program dan pemanfaatan sumber daya bisa lebih efisien.
PKA Angkatan I Provinsi Gorontalo Tahun 2026 telah berlangsung sejak 6 Juli hingga 12 November 2026 dengan sistem blended learning. Metode ini menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka secara fleksibel.
Tahapan pelatihan meliputi Massive Open Online Course (MOOC), e-learning, studi lapangan, seminar rancangan aksi perubahan, off campus, hingga pembelajaran klasikal. Rencananya, studi lapangan dijadwalkan berlangsung di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.