GORONTALO — Empat puluh hari meninggalnya Rachmat Gobel menjadi momentum refleksi bagi kader Partai NasDem di Gorontalo. Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menilai kepergian tokoh nasional itu meninggalkan jejak politik yang patut diteladani, khususnya dalam konteks pengabdian kepada masyarakat.
Ridwan menegaskan bahwa Rachmat Gobel selama ini memandang politik sebagai jalan pengabdian. Menurutnya, almarhum tidak pernah menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana untuk membangun daerah dan menyejahterakan warga.
Ridwan menguraikan, cara pandang Rachmat Gobel terhadap politik berbeda dari kebanyakan politisi pada umumnya. Ia mencontohkan bagaimana almarhum kerap turun langsung menyerap aspirasi warga di berbagai kecamatan, bukan sekadar menunggu laporan dari bawah.
“Beliau selalu mengatakan, politik itu harus dekat dengan rakyat. Kalau tidak bisa menyentuh langsung, maka pengabdian itu hanya slogan,” ujar Ridwan saat dihubungi di Gorontalo, Senin lalu.
Lebih lanjut, Ridwan berharap kader muda NasDem di Gorontalo dapat meneruskan semangat tersebut. Ia menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan tidak hanya soal estafet jabatan, tetapi juga keberlanjutan nilai-nilai perjuangan yang telah dicontohkan Rachmat Gobel.
“Kader muda harus paham, politik pengabdian itu butuh konsistensi. Bukan ikut-ikutan di musim pemilu saja, tapi hadir terus di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Pernyataan Ridwan ini muncul di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarga besar Partai NasDem Gorontalo. Berbagai kegiatan keagamaan dan doa bersama digelar untuk mendoakan almarhum, termasuk di kediaman pribadinya di kawasan Limboto.
Refleksi 40 hari ini juga dinilai relevan dengan dinamika politik Gorontalo yang kian dinamis menjelang pemilihan kepala daerah serentak. Ridwan mengingatkan agar para calon pemimpin tidak terjebak pada politik transaksional yang justru menjauhkan mereka dari rakyat.
Ia menambahkan, warisan pemikiran Rachmat Gobel tentang politik sebagai pengabdian menjadi semacam batu uji bagi siapa pun yang akan memimpin Gorontalo ke depan. “Yang paling penting adalah bagaimana pemimpin itu hadir untuk menyelesaikan masalah rakyat, bukan memperbanyak masalah baru,” tegasnya.
Sebagai informasi, Rachmat Gobel merupakan salah satu tokoh politik dan pengusaha nasional asal Gorontalo. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 dan dikenal gencar mempromosikan produk lokal Indonesia ke pasar global.