GORONTALO — Sebanyak lima malam digelar, kompetisi vokalia antar lurah dan kepala puskesmas se-Kota Gorontalo akhirnya usai. Adhan Dambea menutup langsung ajang tersebut di halaman Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Sabtu (22/8/2026) malam.
Perhelatan ini bukan sekadar ajang unjuk suara, melainkan menjadi ruang interaksi baru bagi pimpinan wilayah dan perangkat daerah di luar rutinitas birokrasi. Momen kebersamaan itu dinilai penting untuk mempererat koordinasi antar lini pemerintahan.
Di sela penutupan, Adhan menyampaikan arahan tegas kepada seluruh jajaran. Ia meminta setiap aparatur sipil negara memahami esensi dari setiap kegiatan yang digelar, bukan sekadar formalitas seremonial.
"Kalau kita berhati-hati, kita harus memahami melakukan kegiatan ini," ujar Adhan.
Menurutnya, kesempatan berkumpul dalam sebuah acara merupakan momentum membangun kebersamaan. Namun, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak mengganggu tugas pokok masing-masing pejabat.
"Bukan karena mencari acara, tetapi kita memiliki kesempatan," katanya menegaskan.
Selama lima malam pelaksanaan, para lurah dan kepala puskesmas tampil bergantian membawakan kemampuan vokal terbaiknya. Suasana kompetisi berpadu dengan semangat kekeluargaan khas Bulan Wawasan Kebangsaan.
Adhan menilai kegiatan semacam ini efektif untuk mencairkan suasana kerja yang kaku. Interaksi langsung di luar ruang rapat dinilai mampu membangun kedekatan emosional antar pimpinan OPD dan pimpinan wilayah.
Penutupan lomba ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kompetisi vokalia yang digelar Pemkot Gorontalo. Ajang tersebut diharapkan meninggalkan kesan positif dan memperkuat sinergi jajaran pemerintahan ke depan.