KOTA GORONTALO — Kepala Diskominfotik dan Statistik Provinsi Gorontalo Mohamad Trizal Entengo menyebut penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk memperkuat sinergi dengan BPS dan seluruh perangkat daerah. Menurutnya, statistik sektoral yang berkualitas hanya bisa terwujud lewat keterhubungan antara BPS sebagai pembina statistik, perangkat daerah sebagai produsen data, dan pemerintah daerah sebagai pengguna data untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Kolaborasi antara Diskominfotik dan BPS dinilai penting untuk memastikan data yang dihasilkan perangkat daerah memenuhi aspek kualitas, standar, dan metadata. Tanpa pemenuhan aspek tersebut, data yang dihasilkan berisiko tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembangunan daerah.
Statistik sektoral dihasilkan oleh perangkat daerah, bukan oleh BPS. Karena itu, kualitasnya sangat bergantung pada kapasitas setiap instansi dalam mengelola data sesuai standar yang ditetapkan. BPS berperan sebagai pembina yang memastikan metodologi dan metadata data sektoral konsisten.
Pemprov Gorontalo mendorong terwujudnya tata kelola data dan statistik sektoral yang berkualitas, terstandar, serta mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah. Pendorong utama bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan riil akan data yang bisa diandalkan saat menyusun program dan mengevaluasi hasilnya.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian Apel Peringatan Hari Statistik Nasional 2026 di Kota Gorontalo, Sabtu (26/9/2026). Ajang tersebut menjadi momentum BPS Provinsi Gorontalo mengapresiasi mitra yang dinilai berkontribusi nyata dalam penyelenggaraan statistik sektoral.
Diskominfotik Provinsi Gorontalo menerima kategori Mitra Kolaboratif. Penilaiannya mencakup sejauh mana instansi tersebut aktif mendukung penyelenggaraan statistik sektoral, mulai dari penyediaan data hingga pemenuhan standar kualitas dan metadata yang ditetapkan BPS.
Penguatan statistik sektoral membutuhkan keterhubungan yang berkelanjutan, bukan kerja sesaat menjelang pelaporan. Perangkat daerah dituntut menghasilkan data yang konsisten agar bisa dipakai lintas tahun anggaran dan lintas sektor.
Bagi Pemprov Gorontalo, data sektoral yang terstandar menjadi fondasi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Evaluasi program juga bergantung pada ketersediaan data yang valid dan mutakhir dari masing-masing perangkat daerah.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BPS dan seluruh perangkat daerah, sehingga statistik sektoral yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan," ujar Trizal.
Sinergi antara Diskominfotik, BPS, dan perangkat daerah di Provinsi Gorontalo akan terus didorong agar tata kelola data dan statistik sektoral semakin terstandar. Penghargaan dari BPS menjadi penanda bahwa kolaborasi tersebut berjalan ke arah yang diharapkan.