Pencarian

Program Kredit Karbon Gorontalo Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani, Tanam Pohon di Lahan Kritis Bisa Dapat Penghasilan Tambahan

Senin, 01 Juni 2026 • 10:43:01 WIB
Program Kredit Karbon Gorontalo Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani, Tanam Pohon di Lahan Kritis Bisa Dapat Penghasilan Tambahan
Petani Gorontalo memanfaatkan lahan kritis untuk menanam pohon dalam program kredit karbon.

GORONTALO — Program kredit karbon di Gorontalo tidak sekadar menjadi wacana lingkungan, melainkan telah menyentuh aspek ekonomi langsung bagi petani. Melalui skema ini, setiap pohon yang ditanam di lahan kritis maupun lahan tidur milik masyarakat berpotensi menghasilkan pendapatan berkala bagi pemilik lahan.

Bagaimana Petani Bisa Mendapatkan Penghasilan dari Menanam Pohon?

Mekanisme program ini memungkinkan petani menanam komoditas produktif di lahan yang selama ini terbengkalai. Pohon-pohon tersebut kemudian menyerap karbon dioksida dari atmosfer, dan nilai serapan karbon itu dapat diperjualbelikan melalui pasar kredit karbon.

Dengan kata lain, petani tidak perlu menebang pohon untuk mendapatkan uang. Semakin banyak pohon yang tumbuh dan semakin besar serapan karbonnya, semakin besar pula insentif yang diterima pemilik lahan.

Lahan Kritis dan Lahan Tidur Jadi Aset Ekonomi

Sasaran utama program ini adalah lahan kritis dan lahan tidur yang tersebar di berbagai wilayah Gorontalo. Selama ini, lahan-lahan tersebut tidak memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya karena kondisi tanah yang kurang subur atau akses yang terbatas.

Dengan intervensi penanaman komoditas produktif—seperti tanaman keras atau tanaman bernilai ekonomi tinggi—lahan tidur bisa berubah menjadi aset yang menghasilkan. Petani tidak hanya mendapat penghasilan dari kredit karbon, tetapi juga dari hasil panen komoditas itu sendiri.

Program ini membuka skema ekonomi baru yang sebelumnya belum pernah diakses oleh petani di Gorontalo secara luas.

Optimasi Lahan Tanpa Mengubah Kepemilikan

Salah satu keunggulan program ini adalah tidak mengubah status kepemilikan lahan. Lahan tetap milik masyarakat, hanya fungsinya yang dioptimalkan. Pemprov Gorontalo bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan petani dengan pasar kredit karbon.

Pendekatan ini dinilai lebih realistis karena tidak memerlukan investasi besar di awal. Petani cukup menyediakan lahan dan menanam, sementara pendampingan teknis serta akses pasar difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan Sekaligus

Program kredit karbon di Gorontalo memberikan dampak ganda. Dari sisi lingkungan, lahan kritis yang sebelumnya rawan erosi dan minim vegetasi akan kembali hijau. Dari sisi ekonomi, petani mendapatkan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Inisiatif ini juga sejalan dengan target nasional penurunan emisi karbon yang dicanangkan pemerintah pusat. Dengan melibatkan petani secara langsung, program ini diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi lahan kritis serupa.

Bagikan
Sumber: gorontalopost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks