Monetisasi emisi karbon kini menjadi sumber pendapatan baru bagi PT PLN (Persero) melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Strategi ini resmi berjalan setelah subholding PLN Indonesia Power menyepakati kerja sama perdagangan karbon global dengan DevvStream Inc pada Minggu (10/5/2026). Langkah tersebut mempertegas pergeseran fokus bisnis perseroan yang kini mengejar nilai tambah dari sektor non-listrik atau beyond kWh.
PLN Indonesia Power (PLN IP) tidak lagi sekadar mengandalkan penjualan setrum sebagai motor utama bisnisnya. Melalui skema beyond kWh, anak usaha PLN ini mulai mengoptimalkan aset energi untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Strategi ini diwujudkan dengan mengintegrasikan operasional pembangkit energi terbarukan ke dalam ekosistem pasar karbon internasional.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar perseroan. Fokus perusahaan kini bergeser ke arah layanan energi terintegrasi yang mencakup penyediaan pembangkit bersih hingga pengelolaan emisi bagi pelanggan. Upaya ini dirancang untuk menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan di tengah transisi energi nasional.
Komersialisasi Karbon Melalui Kemitraan Global
Realisasi dari strategi tersebut ditandai dengan penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) antara PLN IP dan DevvStream Inc. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi kedua belah pihak untuk mengomersialkan sertifikat penurunan emisi di pasar global. DevvStream akan bertindak sebagai mitra strategis yang memasarkan kredit karbon yang dihasilkan dari portofolio hijau milik PLN IP.
Bernadus menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak sejarah bagi perseroan dalam memasuki ekosistem keuangan hijau dunia. Lewat kemitraan ini, proyek-proyek ramah lingkungan yang dikelola perusahaan kini memiliki nilai jual ganda. Selain menghasilkan listrik bersih untuk operasional, setiap ton emisi yang berhasil dikurangi akan dikonversi menjadi instrumen keuangan yang mendatangkan profit bagi perusahaan.
Optimalisasi PLTS Off-Grid dan Sertifikat VER
Proyek yang menjadi tumpuan utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan PLTS berbasis off-grid atau solusi solar PV mandiri. Berbeda dengan pembangkit skala besar, sistem ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan secara independen tanpa terhubung ke jaringan listrik utama PLN. Skema ini memastikan seluruh proses operasional tetap selaras dengan regulasi lingkungan hidup serta standar pasar karbon yang ketat.
Dari operasional PLTS tersebut, PLN IP akan menerbitkan sertifikat Verified Emission Reduction (VER). Sertifikat ini merupakan bukti formal atas pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proyek energi terbarukan tersebut. Penggunaan sistem off-grid juga dinilai efektif karena mampu meningkatkan efisiensi energi pelanggan tanpa mengganggu stabilitas sistem kelistrikan yang sudah ada.
Ke depan, PLN IP berencana terus memperluas jangkauan implementasi solar PV solution ini ke berbagai lokasi di tanah air. Langkah ini bukan sekadar untuk mengejar agenda dekarbonisasi, melainkan strategi jangka panjang untuk mengoptimalkan setiap peluang di pasar karbon sebagai sumber pendapatan berkelanjutan. Transformasi ini memposisikan perusahaan sebagai pelopor solusi energi berbasis pelanggan di Indonesia.