Pencarian

Penjualan Xpeng Global Melambat, Tapi G6 Pro Laku 300 Unit di Indonesia

Rabu, 03 Juni 2026 • 02:57:01 WIB
Penjualan Xpeng Global Melambat, Tapi G6 Pro Laku 300 Unit di Indonesia
Penjualan global Xpeng melambat dengan pengiriman kuartal pertama turun 33 persen.

GORONTALO — Proyeksi pendapatan Xpeng secara global pada kuartal kedua 2026 berada di kisaran 19,60 miliar yuan hingga 20,80 miliar yuan. Angka itu masih tumbuh 7,3-13,8 persen year on year, namun meleset dari prediksi analis yang mencapai 21,71 miliar yuan. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang dihadapi pabrikan mobil listrik China di tengah lesunya permintaan domestik.

Mengutip Reuters, penjualan mobil penumpang di China tercatat turun selama tujuh bulan beruntun hingga April 2026. Lembaga industri pun memperkirakan pertumbuhan penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid pada 2026 tidak akan seagresif tahun-tahun sebelumnya. Xpeng menjadi salah satu yang merasakan dampaknya.

Pengiriman Kuartal I Anjlok 33 Persen

Pada kuartal pertama 2026, Xpeng hanya mengirimkan 62.682 unit kendaraan. Jumlah itu turun drastis 33,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 94.008 unit. Meski begitu, pendapatan kuartal I tercatat 13,03 miliar yuan, sedikit di atas perkiraan analis yang sebesar 12,93 miliar yuan.

Untuk kuartal II, perusahaan menargetkan pengiriman 100.000 hingga 106.000 unit. CEO Xpeng He Xiaopeng optimistis target itu bisa tercapai berkat peluncuran model-model baru tahun ini. “Didorong oleh peluncuran sukses GX, Xpeng akan menghadirkan empat model baru sepanjang tahun ini yang akan mendukung pertumbuhan penjualan yang kuat,” kata He Xiaopeng dalam keterangan resmi.

G6 Pro Jadi Andalan di Pasar Indonesia

Berbeda dengan performa global, Xpeng justru menuai hasil positif di Indonesia. Model andalan Xpeng G6, khususnya varian Pro, mencatatkan penjualan wholesales sekitar 300 unit sejak diluncurkan. Angka itu baru berasal dari satu varian yang dipasarkan di Tanah Air.

“Pencapaian wholesales kita sudah sekitar 300 unit untuk G6 Pro,” ujar CEO Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, beberapa waktu lalu. Capaian itu menunjukkan produk Xpeng mulai diterima di segmen SUV listrik premium Indonesia yang kini kian ramai diisi merek-merek asal China.

Meski pasar domestik China tengah melambat, Xpeng tetap mengandalkan teknologi bantuan mengemudi canggih, fitur lengkap, serta model baru untuk mempertahankan daya saing. Di Indonesia, respons positif terhadap G6 Pro bisa menjadi modal ekspansi lebih lanjut.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks