GORONTALO — Purbaya mengaku telah mengikuti rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo di kediaman Kertanegara. Namun, ia enggan merinci pokok bahasan yang didiskusikan di hadapan para menteri tersebut. “Biasa, ngobrolin strategi ekonomi,” ujar Purbaya singkat di Kompleks Parlemen, Senin (15/6/2026).
Ketika awak media terus mendesak ihwal detail pembicaraan, Purbaya tetap menutup rapat isi pertemuan. “Banyak macam-macam [yang dibahas], tapi masih didiskusikan,” ungkapnya.
Menteri ESDM hingga Sekretaris Kabinet Dipanggil ke Kertanegara
Pertemuan di Kertanegara pada Minggu (14/6/2026) itu tidak hanya dihadiri Purbaya. Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.
Komposisi menteri yang hadir mengindikasikan arah pembahasan lintas sektor. Mulai dari energi, pendidikan tinggi, hingga tata kelola badan usaha milik negara menjadi bidang yang diwakili dalam forum tersebut. Kehadiran Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet juga menandakan agenda bersifat strategis dan memerlukan koordinasi administrasi pemerintahan.
Purbaya Bungkam soal Target Fiskal dan Kebijakan Makro
Sebagai menteri keuangan, Purbaya biasanya menjadi garda depan dalam merumuskan kebijakan fiskal dan makroekonomi. Namun, terhadap pertemuan kali ini, ia memilih bungkam dan tidak memberikan bocoran mengenai target pertumbuhan, postur APBN, atau insentif ekonomi terbaru.
Sikap tertutup ini lazim dijumpai dalam forum-forum internal pemerintah yang belum rampung. Purbaya hanya menegaskan bahwa pokok bahasan masih dalam tahap diskusi dan belum menghasilkan keputusan final yang bisa diumumkan ke publik.
Mengapa Pertemuan Digelar di Kediaman Pribadi?
Pemanggilan menteri ke kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara bukanlah kali pertama dilakukan Prabowo. Sejak dilantik, Kepala Negara kerap menggelar rapat informal di rumahnya sebelum membahas agenda resmi di Istana Negara atau Istana Merdeka.
Pola ini dianggap memberikan suasana lebih santai dan memungkinkan diskusi yang lebih mendalam tanpa tekanan protokoler. Namun, bagi publik dan parlemen, ketiadaan pernyataan resmi usai pertemuan kerap menimbulkan spekulasi mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sekretariat Kabinet atau juru bicara Presiden mengenai hasil pertemuan tersebut. Purbaya pun enggan mengelaborasi lebih lanjut, meninggalkan tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar dan pengamat kebijakan publik.