GORONTALO — Rachmat Gobel menilai pengembangan destinasi wisata di Gorontalo harus diimbangi dengan keberadaan infrastruktur penunjang seperti penginapan dan tempat makan. Ia secara khusus menemui Kepala Cabang Bank Mandiri Gorontalo, Warham Syahrani, dan Kepala Cabang Bank BNI Gorontalo, Susilawati Buchari, untuk membahas skema pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata.
Kebutuhan Hotel Kelas Melati dengan Rasa Bintang Tiga
Gobel menyoroti perlunya hotel kelas melati yang memiliki standar pelayanan seperti hotel bintang tiga, sebuah model yang sukses diterapkan di Yogyakarta. “Tumbuhnya kawasan pariwisata dan destinasi wisata di Gorontalo membutuhkan infrastruktur penopang, seperti penginapan serta restoran, kafe, rumah makan maupun usaha oleh-oleh. Soal penginapan ini misalnya perlu ada hotel kelas melati tapi dengan rasa hotel bintang tiga,” katanya.
Ia mencontohkan kawasan di sekitar Menara Pakaya yang menurutnya sangat potensial untuk dikembangkan dengan model hotel semacam itu. Fenomena serupa, kata Gobel, juga lazim ditemukan di kawasan wisata Eropa, Turki, dan Jepang.
Danau Perintis: dari Lahan Sepi Jadi PAD Terbesar Bone Bolango
Gobel memaparkan sejumlah proyek yang telah ia garap, salah satunya di Danau Perintis, Kabupaten Bone Bolango. Ia menata dan membangun wahana serta infrastruktur di kawasan danau yang sebelumnya sepi dan tak terawat. Kini, kawasan itu menjadi destinasi favorit warga dan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Bone Bolango.
“Saya yang menata dan membangun serta merawatnya, tapi semua pendapatan masuk menjadi pendapatan daerah. Kini menjadi salah satu pendapatan asli daerah terbesar di Bone Bolango,” ujar Gobel. Di sekitar danau, tumbuh tiga restoran dan kafe serta beragam usaha UMKM.
Menara Pakaya Direnovasi, Lampu dan Relief Logam Dipasang Lagi
Destinasi lain yang ditata Gobel adalah Menara Pakaya di Kabupaten Gorontalo. Pada 2018, ia memasang lampu di menara yang dibangun era Bupati Ahmad Pakaya tersebut, menjadikannya salah satu dari tiga menara berlampu di dunia bersama Menara Eiffel dan Menara Tokyo. Pada 2026, Gobel memperbaiki lampu dan menambahkan riasan relief logam untuk mempercantik bangunan.
Dua lantai menara akan dibangun kafe dan diorama. Di lapangan sebelah menara, ia memasang videotron berbentuk bola berdiameter 3 meter dengan tinggi tiang 2-3 meter. “Kawasan ini akan menjadi ramai lagi,” katanya.
Destinasi Lain dan Program Penghijauan
Selain dua lokasi tersebut, Gobel juga mengembangkan Pantai Tamendao, kawasan air panas Pentadio, permukiman suku Bajo di Torosiaje, dan desa agrowisata. Ia juga melakukan penghijauan dengan menanam bambu, kakao, dan bakau untuk mengurangi emisi CO2 dan pemanasan global.
“Kita butuh saling sinergi dan kerja sama,” kata Gobel menutup pertemuan dengan para kepala cabang bank BUMN di Gorontalo.