GORONTALO — Munas II yang berlangsung demokratis itu mencatatkan persaingan ketat. Sam Samanhudi meraih 62 suara, Teddy 52 suara, Dony 43 suara, Bagio/Gembos 32 suara, Robby 31 suara, dan Inos 28 suara. Acara dibuka Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dan ditutup oleh Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto.
Pondasi Organisasi dan Metafora Rumah untuk Aremania
Ali Rifki, yang juga mantan manajer Arema FC, menyebut dua tahun pertama kepengurusannya sebagai fase krusial penanaman pondasi. Kini, ia ingin melanjutkan pembangunan struktur organisasi agar menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh suporter.
"Dua tahun terakhir ini kan masih menumbuhkan pondasi. Artinya, bikin pondasi itu harus kuat. Setelah itu, bikin kolom strukturnya, bikin atap, bikin fasad, jadilah rumah yang nyaman dan indah bagi penghuninya, yaitu Aremania dan Aremanita," ujar Ali Rifki, Minggu (21/6/2026), di lokasi acara.
Ia berharap jajaran presidium baru bisa totalitas melanjutkan estafet pembangunan 'rumah' tersebut. Menurutnya, organisasi ini harus menjadi payung besar bagi semua sub-kultur suporter tanpa terkecuali.
Bantah Polarisasi: Rumah untuk Semua Kultur Suporter
Saat disinggung soal isu keretakan atau dominasi kelompok tertentu, Ali Rifki dengan tegas membantah. Ia mengaku tidak pernah mengotak-ngotakkan Aremania berdasarkan faksi atau kelompok.
"Saya ini orang yang enggak tahu FC mana, AI mana. Semua Aremania, semua Aremanita. Bagi saya, semua saudara dan keluarga saya. Kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang, tapi minimal kita mau mendengar suara hati banyak orang dan tetap merangkul bagian yang masih belum puas," tegasnya.
Ali menambahkan, langkah konkret di periode kedua adalah menyatukan pihak-pihak yang belum bersatu dan mengembalikan keramaian di stadion melalui kreativitas. "Organisasi ini rumah bagi semuanya. Bagi kultur Mania, bagi Hooligan, bagi Casual, bagi Ultras, bagi siapa pun bisa berteduh di organisasi ini. Hal-hal baik yang akan kita terus tekankan, yang jelek kita hindari dan kita hilangkan," lanjutnya.
Logo Singa Tegak Resmi Diproses, Target Tembus Asia pada 2027
Ali Rifki juga membeberkan capaian penting yang menjadi tuntutan arus bawah, yakni pengembalian identitas logo Singa Tegak dan penyatuan dualisme suporter. Ia mengaku sudah berhasil meyakinkan manajemen Arema FC untuk mendaftarkan logo tersebut.
"Tuntutan bagaimana Arema di Malang hanya ada satu, sudah kita buktikan. Bagaimana keinginan mayoritas Aremania terkait logo Singa Tegak juga sudah kita buktikan bersama. Kita bisa mengetuk hati dari manajemen Arema FC untuk mendaftarkan logo tersebut. Sekarang sudah masuk proses pendaftaran," jelasnya.
Menatap masa depan, Ali membawa kampanye positif agar Aremania menjadi suporter yang lebih modern dengan mengikis ujaran kebencian, aksi anarkis, dan bullying. Untuk prestasi klub, ia memiliki mimpi besar yang terukur.
"Target kita mungkin minimal bisa masuk di Asia. Saya bercita-cita secara pribadi, saya sudah ngomong ke GM-nya Arema FC, saya pengin tahun 2027-2028 bisa away ke luar negeri," pungkasnya optimistis.