GORONTALO — Pasar headphone noise cancelling (ANC) kini semakin padat, dengan harga yang bisa selisih jutaan rupiah antar merek. Bagi konsumen Indonesia yang cerdas, memilih headphone bukan sekadar soal gengsi, melainkan nilai yang sepadan dengan budget. Berdasarkan pengujian langsung terhadap belasan model, berikut empat headphone ANC yang menjadi rekomendasi utama, mulai dari yang ramah kantong hingga yang kelas atas.
1More Sonoflow Pro HQ51: ANC Terjangkau dengan Baterai 100 Jam
Headphone ini menjadi "kuda hitam" di kelas entry-level. Dengan harga yang kerap di bawah 90 dolar AS (sekitar Rp1,5 juta), 1More Sonoflow Pro HQ51 menawarkan kualitas yang sulit dipercaya. Suara yang dihasilkan kaya akan bass, mid-range bersih, dan treble terkontrol — jarang ditemukan di harga segini.
Fitur unggulannya adalah dukungan LDAC untuk streaming Bluetooth resolusi tinggi. Dari segi peredaman bising, performa ANC-nya memang tidak bisa menyaingi kelas premium, tapi cukup efektif meredam suara bising di kereta atau jalan raya. Daya tahan baterainya luar biasa: 100 jam tanpa ANC, atau 65 jam dengan ANC aktif. Untuk pengguna yang butuh headphone all-rounder dengan budget minim, ini pilihan paling rasional.
Sony WH-1000XM6: Raja Peredam Bising dengan Suara Paling Seimbang
Jika hanya boleh merekomendasikan satu headphone untuk semua orang, Sony WH-1000XM6 adalah jawabannya. Headphone ini digunakan sehari-hari oleh reviewer dan dinilai sebagai all-rounder terbaik. ANC-nya digerakkan oleh prosesor QN3 dengan 12 mikrofon, mampu meredam suara frekuensi rendah (seperti dengung mesin) lebih baik dari kompetitornya, termasuk Bose.
Dari segi audio, XM6 dirancang bersama mastering engineer sehingga suaranya lebih seimbang dibanding pendahulunya (XM5 dan XM4), namun tetap punchy dan dinamis. Fitur lengkap seperti kontrol sentuh, equalizer 10-band, mode transparansi, dan LDAC melengkapi paketnya. Di kelas harga premium (estimasi Rp4-5 juta), headphone ini adalah standar emas yang sulit ditandingi.
Marshall Milton ANC: On-Ear Paling Nyaman dengan Desain Ikonik
Berbeda dari kebanyakan headphone over-ear, Marshall Milton ANC adalah model on-ear yang langka. Biasanya, headphone on-ear dianggap kurang nyaman dan rawan bocor suara. Namun, Milton ANC membalikkan stigma itu. Dengan bantalan yang fleksibel dan empuk, headphone ini menjadi on-ear paling nyaman yang pernah diuji oleh reviewer.
Suara bawaan pabrik cenderung bass-heavy, khas Marshall, namun bisa diatur lewat equalizer di aplikasi. Kejutan lainnya adalah dukungan LDAC (pertama untuk produk Marshall) dan baterai raksasa 80 jam (tanpa ANC). Desain retro dengan bahan 42% daur ulang dan suku cadang yang bisa diganti membuatnya terasa seperti investasi jangka panjang. Meski ANC-nya tidak sekuat model over-ear, untuk penggunaan di kereta atau bus, peredamannya sudah cukup memadai.
Bowers & Wilkins Px7 S3: Suara Tiga Dimensi untuk Audiophile
Untuk pengguna yang mengutamakan kualitas suara di atas segalanya, Bowers & Wilkins Px7 S3 adalah pilihan premium. Headphone ini menghadirkan panggung suara (soundstage) yang luas dan hampir tiga dimensi. Bass terasa dalam dan lincah, vokal terpisah dengan sangat detail, dan treble tetap cerah tanpa melelahkan.
Dari segi desain, material faux-leather, logam, dan kain memberikan kesan mewah yang langsung terlihat. Tersedia dalam warna Indigo Blue dan Canvas White yang menarik. Dukungan codec aptX dan ANC yang jauh lebih baik dari pendahulunya membuat paket ini semakin solid. Meski "kakaknya", Px8 S2, lebih superior, Px7 S3 menawarkan keseimbangan terbaik antara harga (estimasi Rp6-8 juta) dan performa audio kelas atas.
Kesimpulan: Untuk pengguna dengan budget terbatas, 1More Sonoflow Pro HQ51 adalah pilihan paling cerdas. Jika dana mencukupi dan menginginkan yang terbaik secara keseluruhan, Sony WH-1000XM6 tidak perlu diragukan. Marshall Milton ANC cocok untuk penggemar desain retro dan portabilitas on-ear. Sementara Bowers & Wilkins Px7 S3 adalah jawaban bagi audiophile yang haus akan detail suara spasial.