GORONTALO — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menuntaskan penyelenggaraan FLS3N jenjang SMA/MA/SMK sederajat tahun 2026. Kompetisi yang berlangsung Selasa (7/9/2026) sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WITA itu mempertemukan pelajar dari berbagai satuan pendidikan di Gorontalo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menyebut ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keberanian, sportivitas, dan apresiasi terhadap keberagaman seni budaya. "Ajang ini tidak hanya menjadi ruang unjuk kemampuan, tetapi juga memberi pengalaman kepada peserta untuk membangun keberanian, sportivitas, kerja sama, serta apresiasi terhadap keberagaman seni dan budaya," ujarnya.
Kompetisi tahun ini mempertandingkan kategori yang luas, dari seni pertunjukan hingga karya digital. Cabang yang dilombakan meliputi baca puisi, instrumen gitar solo, jurnalistik, komik digital, menulis cerpen, tari kreasi, film pendek, musik tradisional, cipta lagu, fotografi, desain poster, cipta puisi, kriya, monolog, serta menyanyi solo putra dan putri.
Dari sekian kategori, sejumlah nama siswa berhasil mencuri perhatian juri. Rahman Abdul dari SMA Negeri 7 Gorontalo Utara keluar sebagai Juara I Baca Puisi, disusul Nazwa Altafunnisa Karim dari SMA Negeri 1 Telaga yang unggul di cabang Jurnalistik, serta Mutia Amaliatikasari dari SMA Negeri 1 Gorontalo Utara pada lomba Menulis Cerpen.
Kategori lain juga melahirkan pemenang dari luar ibu kota provinsi. Chelsea Ishak dari SMA Negeri 1 Limboto menjuarai Desain Poster, Nazifah Heryka Djamadi dari sekolah yang sama unggul di Monolog, dan Nurayini Dehi dari SMA Negeri 1 Paguat meraih Juara I Menyanyi Solo Putri.
Para peraih juara pertama tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga mandat sebagai wakil Provinsi Gorontalo pada ajang FLS3N tingkat nasional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap capaian ini menjadi pijakan bagi siswa untuk terus mengasah kemampuan dan membawa nama baik daerah melalui karya.
Apresiasi disampaikan kepada seluruh peserta, pendamping, juri, dan pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan FLS3N tahun ini. Bagi peserta yang belum beruntung, pengalaman berkompetisi diharapkan menjadi bagian penting dalam menemukan ruang berkarya dan mengembangkan potensi diri. (mcgorontaloprov/ppid)