HAMURE Pamerkan Ruang Modular di Mining Indonesia 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 11 September 2026 | 08:38:02 WIB
Pengunjung mengamati unit Expandable House milik HAMURE di ajang Mining Indonesia 2026.

GORONTALOParagraf pembuka: Karakter operasional industri tambang dan konstruksi tidak selalu menetap di satu titik dalam jangka panjang. Lokasi proyek berpindah, skala kegiatan berubah, dan kebutuhan fasilitas ikut menyesuaikan. Dari situ, konsep ruang yang bisa dipasang, dibongkar, lalu dipindahkan menjadi alternatif yang mulai dilirik pelaku industri.

HAMURE membawa pendekatan itu ke ajang Mining Indonesia 2026. Perusahaan menampilkan sejumlah produk modular, mulai dari Expandable House, Detachable House satu dan dua lantai, hingga Portable Toilet, untuk kebutuhan hunian maupun fasilitas pendukung di lokasi proyek.

Fleksibilitas Jadi Pertimbangan Utama

Commercial Director HAMURE Irhandy Yaputra menilai fleksibilitas fasilitas kini masuk hitungan dalam pembangunan proyek. Pasalnya, lokasi dan kebutuhan operasional bisa berubah kapan saja.

"Industri membutuhkan ruang yang bukan hanya cepat dibangun, tetapi juga fleksibel. Dengan sistem modular, ruang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dipindahkan ketika lokasi proyek berubah, bahkan diperluas atau dikurangi sesuai perkembangan operasional," ujar Irhandy dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Metode konvensional, menurut dia, menuntut waktu dan proses relatif panjang. Sementara proyek di sektor pertambangan, konstruksi, dan perkebunan punya karakter lokasi serta kebutuhan fasilitas yang bergerak mengikuti perkembangan operasional.

Sistem modular memungkinkan sebagian proses pembangunan dilakukan lewat komponen yang diproduksi lebih dulu, lalu dirakit di lokasi. Cara ini cocok untuk kebutuhan ruang yang menuntut waktu pemasangan singkat serta kemungkinan perubahan fungsi atau lokasi.

Bukan Cuma untuk Camp Pekerja

Irhandy menyebut solusi modular tidak terbatas pada hunian atau fasilitas camp. Konsep ini juga bisa dipakai untuk kebutuhan gaya hidup, seperti kafe, studio, hingga ruang multifungsi.

Selain produk yang dipamerkan di JIEXPO, HAMURE memiliki lini lain seperti Apple Cabin, Mountain House, dan Folding House. Produk-produk itu dapat diaplikasikan pada sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, industri, properti, dan hospitality.

Perubahan kebutuhan menjadi alasan utama penggunaan ruang modular. Pengguna bisa menyesuaikan fasilitas tanpa harus membangun ulang dari nol setiap kali operasional bergeser.

"Kami melihat banyak peluang kolaborasi dengan pelaku industri, khususnya dalam penyediaan fasilitas di lokasi operasional dan proyek. Kami ingin menunjukkan bahwa ruang modular dapat menjadi solusi yang praktis dan adaptif untuk berbagai kebutuhan," kata Irhandy.

Peluang Kolaborasi dengan Pelaku Industri

Perkembangan konsep modular menunjukkan kebutuhan model pembangunan fasilitas yang tidak hanya mengejar kecepatan konstruksi, tetapi juga keluwesan penggunaan. Bagi industri dengan lokasi dan skala proyek dinamis, kemampuan menyesuaikan fasilitas bisa jadi faktor penentu dalam memilih model pembangunan.

"Intinya adalah memberikan pilihan yang lebih sederhana bagi pengguna. Ketika kebutuhan berubah, ruangnya juga bisa mengikuti. Itu yang ingin kami tawarkan melalui HAMURE," ujar Irhandy.

Penutup: Pameran Mining Indonesia 2026 menjadi ajang bagi HAMURE untuk menguji penerimaan pasar terhadap solusi ruang modular di sektor yang selama ini bergantung pada konstruksi konvensional. Jika respons pelaku industri positif, ruang modular berpotensi jadi opsi standar fasilitas proyek di lokasi yang berpindah-pindah.

Reporter: Sutomo
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top