22 Mahasiswi 10 Ormas Kunjungi Roemah UMKM BPDP, Kenali Produk Sawit

Penulis: Saiful  •  Kamis, 17 September 2026 | 08:35:01 WIB

GORONTALO — Sebanyak 22 mahasiswi dari 10 organisasi kemahasiswaan mengunjungi Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia pada 15 September 2026. Kunjungan bertajuk GenSawit Goes to Roemah UMKM BPDP itu memperkenalkan komoditas kelapa sawit dan produk UMKM berbasis perkebunan. Peserta juga mengikuti inspiration talk, success story, hingga praktik langsung membuat lilin dan parfum padat dari turunan minyak kelapa sawit.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka pintu Roemah UMKM BPDP bagi kalangan mahasiswa. Fasilitas yang dikelola Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM itu berfungsi sebagai pusat promosi, edukasi, kolaborasi, dan interaksi antara pelaku UMKM perkebunan dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di SMESCO Indonesia, Jakarta. Sepuluh organisasi kemahasiswaan mengirimkan perwakilan, mulai dari HMI, IMM, PMII, GMNI, KMHDI, HIKMAHBUDI, PMKRI, LMND, KAMMI, hingga SEMMI. Semuanya perempuan dan punya minat pada kewirausahaan.

Mengenal Sawit dari Sisi Produk, Bukan Sekadar Komoditas

Selama kunjungan, peserta diajak melihat langsung ragam produk UMKM berbasis perkebunan. Materi tidak berhenti pada pengenalan komoditas kelapa sawit, tetapi juga menyentuh sisi praktis usaha kecil yang tumbuh dari sektor itu.

Agenda dilanjutkan dengan inspiration talk dan success story dari pelaku usaha. Sesi ini memberi gambaran bagaimana mitra UMKM BPDP membangun bisnis dari bahan baku turunan sawit.

Bagian yang paling menarik perhatian adalah live product experience. Peserta mempraktikkan pembuatan lilin dan parfum padat berbahan turunan minyak kelapa sawit, didampingi pelaku mitra UMKM BPDP.

Mengapa Mahasiswi Jadi Sasaran Program

Pilihan menyasar mahasiswi dari organisasi kemahasiswaan bukan tanpa alasan. BPDP menempatkan generasi muda sebagai kelompok yang perlu memahami nilai strategis komoditas perkebunan sejak dini.

Lewat pendekatan kewirausahaan, peserta tidak hanya jadi penonton. Mereka didorong melihat peluang usaha yang bisa dibangun dari turunan sawit, mulai dari produk perawatan tubuh hingga barang fungsional lain.

Roemah UMKM BPDP sendiri dirancang sebagai ruang kolaborasi. Pelaku UMKM perkebunan bisa bertemu langsung dengan masyarakat, sementara masyarakat mendapat akses edukasi soal manfaat dan potensi komoditas tersebut.

Jaringan Ormas Mahasiswa dan Nilai Tambah Kegiatan

Keterlibatan sepuluh organisasi sekaligus membuat jangkauan kegiatan lebih luas. Setiap ormas memiliki basis anggota dan jaringan kampus yang berbeda, sehingga materi yang sama bisa menyebar ke lingkaran yang lebih beragam.

Bagi BPDP, kegiatan semacam ini memperkuat fungsi promosi yang diamanatkan. Perkebunan, terutama sawit, kerap dipandang hanya dari sisi hilir sebagai komoditas ekspor. Padahal ada rantai nilai panjang yang melibatkan UMKM.

Peserta mendapat pengalaman langsung menyentuh bahan baku dan mengolahnya menjadi produk jadi. Cara ini dinilai lebih efektif ketimbang penyuluhan satu arah.

Apa yang Didapat Peserta dan Mitra UMKM

Mahasiswi yang hadir membawa pulang pemahaman soal rantai produksi turunan sawit. Sebagian bisa jadi tertarik merintis usaha kecil setelah melihat contoh nyata dari mitra BPDP.

Di sisi lain, pelaku UMKM yang terlibat mendapat eksposur tambahan. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga berperan sebagai pengajar dalam sesi praktik.

Kolaborasi ini memperlihatkan pola promosi yang menggabungkan edukasi, pengalaman langsung, dan keterlibatan komunitas kampus. BPDP menyebut Roemah UMKM sebagai pusat interaksi antara pelaku UMKM perkebunan dan masyarakat luas.

Kegiatan GenSawit Goes to Roemah UMKM BPDP menutup rangkaian kunjungan dengan praktik pembuatan lilin dan parfum padat. Peserta meninggalkan SMESCO Indonesia dengan produk buatan sendiri sekaligus wawasan baru soal industri perkebunan.

Reporter: Saiful
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top