GORONTALO UTARA — Bupati Thariq Modanggu menyatakan JEMPUT TAKDIR dirancang untuk mereposisi eksistensi perpustakaan dari sekadar menyiapkan buku menjadi sarana sekaligus agenda mencerdaskan dan meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan.
Peluncuran inovasi ini menyasar cara pandang warga terhadap perpustakaan. Selama ini perpustakaan identik dengan tempat menyimpan koleksi bacaan. Lewat JEMPUT TAKDIR, Pemkab Gorontalo Utara ingin perpustakaan hadir sebagai jembatan ilmu yang berdampak langsung pada kecerdasan dan keterampilan masyarakat.
Menurut Thariq, perpustakaan tidak boleh berhenti pada aktivitas menyediakan koleksi bacaan. Keberadaannya harus mampu mendorong masyarakat membaca, memahami, lalu mempraktikkan pengetahuan demi meningkatkan kualitas hidup.
"Melalui JEMPUT TAKDIR, pemerintah daerah ingin menjadikan literasi sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Ilmu pengetahuan diharapkan tidak hanya tersimpan di dalam buku, tetapi juga menjadi bekal masyarakat dalam mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan," ucap Thariq, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan inovasi ini merupakan upaya mereposisi peran perpustakaan agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Perpustakaan diharapkan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Gorontalo Utara.
Dalam pelaksanaan JEMPUT TAKDIR, Thariq secara khusus mengingatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo Utara agar tidak bekerja sendiri. Keberhasilan program ini, katanya, sangat bergantung pada kolaborasi dan sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya serta sektor yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat.
"JEMPUT TAKDIR hanya akan berhasil jika dikerjakan secara kolaboratif dan sinergis dengan lintas OPD maupun lintas sektor. Karena itu, saya meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan segera membangun kolaborasi agar inovasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Pemkab Gorontalo Utara menempatkan literasi sebagai bagian dari proses pembangunan daerah, bukan program pelengkap. Ilmu pengetahuan diharapkan menjadi bekal warga mengembangkan potensi dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Thariq menyebut inovasi JEMPUT TAKDIR ini dirancang untuk mereposisi eksistensi perpustakaan dari sekadar menyiapkan buku menjadi sarana sekaligus agenda mencerdaskan dan meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan.
Langkah tindak lanjutnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diminta segera membangun kolaborasi lintas OPD dan lintas sektor. Kolaborasi itu menjadi penentu apakah perpustakaan benar-benar hadir sebagai jembatan ilmu bagi warga Gorontalo Utara.