Gubernur Gorontalo Bentuk Satgas Khusus Atasi Antrian Panjang BBM di SPBU, Stok Dipastikan Aman

Penulis: Fajar  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:47:01 WIB
Gubernur Gorontalo menerima audiensi pengemudi bentor dan mahasiswa terkait antrian BBM di SPBU.

GORONTALO — Audiensi yang digelar di Rumah Dinas Gubernur itu dihadiri pengemudi bentor bersama sejumlah mahasiswa. Gusnar Ismail datang didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyerap keluhan yang selama beberapa pekan terakhir menjadi perhatian warga Gorontalo.

Antrian kendaraan di hampir seluruh SPBU di Gorontalo jadi keluhan utama. Presiden Bentor, Iwan Abdul Latief, meminta Pemprov bergerak cepat dan mendesak Pertamina membuka persoalan yang sebenarnya ke publik.

Desakan Pengemudi Bentor: Buka Masalahnya, Tindak Penimbun BBM

Iwan menegaskan antrian yang terjadi bukan sekadar soal kenyamanan. Menurutnya, ada dugaan praktik penimbunan yang harus ditindak tegas jika terbukti.

"Kasihan ini, bapak Gubernur dan pihak Pertamina harus segera mengambil langkah tegas terhadap masalah antrian ini, buka ke publik apa masalah sebenarnya dan tindak lanjut atau solusinya seperti apa," tegas Iwan.

Ia menyoroti posisi pertalite yang disebutnya sebagai hak masyarakat berpenghasilan rendah. Iwan meminta Gubernur tidak ragu menindak pihak yang sengaja menimbun.

"Sekali lagi BBM jenis pertalite ini adalah hak masyarakat miskin pak, kasian mereka kalau ada praktek-praktek penimbunan mohon segera ditindak pak," seru Iwan.

Tim Kerja dan Satgas Khusus Dibentuk, Data Ditunggu Sebelum Tindak Lanjut

Gusnar menyebut keluhan pengemudi bentor mewakili keresahan yang hampir dirasakan seluruh masyarakat Gorontalo. Ia mengaku sudah membentuk tim kerja dan satgas khusus untuk mencari solusi atas masalah antrian BBM.

"Iya terima kasih, keluhan dari pengemudi bentor ini adalah bentuk keresahan yang hampir dirasakan oleh seluruh masyarakat Gorontalo dan tentu saja kita telah mendengar aspirasi ini dan telah membentuk tim kerja dan Satgas khusus untuk menemukan solusi atas masalah ini," ungkap Gusnar.

Gubernur menempatkan tindak lanjut sebagai titik lemah penanganan selama ini. Ia meminta OPD dan Pertamina segera melakukan pengawasan, lalu melaporkan data konkret sebelum kebijakan diambil.

"Kekurangan kita selama ini kan pada tindak lanjut, sehingga ketika kita telah melakukan audiens seperti ini maka tindak lanjutnya harus segera kita lakukan, saya sudah minta pihak terkait baik dari OPD dan pihak Pertamina agar segera melakukan pengawasan dan saya akan tunggu datanya, sebagian memang saya sudah tahu masalahnya tapi saya ingin semuanya konkret agar kita bisa mengambil langkah yang benar-benar tepat untuk menyelesaikan masalah ini," terang Gusnar Ismail.

Kuota Gorontalo Ditambah, Stok BBM Dinilai Masih Aman

Di akhir audiensi, Gusnar memastikan pasokan BBM untuk Gorontalo dalam kondisi aman. Ia menyebut telah menerima penjelasan bahwa kuota untuk provinsi itu akan ditambah.

"Apalagi tadi saya mendapat penjelasan kuota untuk Gorontalo akan ditambah, jadi stok saya kira kita memang masih aman sehingga masalah antrian panjang ini kedepan InsyaAllah kita bisa segera selesaikan," pungkasnya.

Tambahan kuota itu belum disertai angka pasti maupun jadwal pencairan. Warga dan pengemudi bentor menunggu apakah penambahan pasokan benar-benar memangkas antrian di SPBU dalam beberapa pekan ke depan.

Reporter: Fajar
Sumber: newsnesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top