GORONTALO — Kuota BBM jenis Pertalite di Gorontalo saat ini tercatat 478 kiloliter (KL) per hari, sementara solar hanya 8 KL per hari. Jatah tersebut dinilai normal untuk memasok 33 SPBU se-Gorontalo ditambah dua SPBU di Bintauna dan Boroko, Provinsi Sulawesi Utara. Namun dalam beberapa pekan terakhir, antrian kendaraan di sejumlah SPBU justru mengular.
Gusnar mengungkapkan ada dua penyebab antrian BBM yang terjadi beberapa pekan terakhir. Pertama, keterlambatan pasokan mencapai kurang lebih 10 jam sehingga rantai distribusi terganggu. Kedua, ada dua SPBU yang dikenai sanksi karena menjual BBM dalam galon dan jeriken.
"BBM ini kami evaluasi, memang terjadi keterlambatan pasokan. Kurang lebih 10 jam sehingga rantainya terganggu. Kedua, ada dua SPBU yang disanksi tidak bisa menjual karena menjual galon/jeriken. Ini kita duga menyebabkan SPBU lain antri," jelas Gusnar.
Keputusan meminta tambahan kuota diambil setelah mempertimbangkan peningkatan aktivitas jelang akhir tahun. Gorontalo juga dinilai sudah cukup berhemat dalam penggunaan kuota sejak awal tahun, sehingga penambahan dianggap wajar.
"Kuota itu ditetapkan pertahun dan disalurkan dicicil. Saya tadi subuh sudah ambil keputusan, Pak Wardoyo (Kadis ESDM) siang ini sudah akan mengirim surat. Semua daerah sama dengan kita, tapi upaya kita lakukan," beber Gusnar.
Tambahan sekitar tiga hingga lima persen kuota harian diyakini lebih dari cukup memenuhi kebutuhan BBM di Gorontalo hingga akhir tahun.
Gusnar menyebut sejumlah daerah lain menghadapi situasi serupa, termasuk Bali yang juga mengajukan tambahan kuota. Ia bahkan menyinggung pernyataan Ketua DPR RI yang mendukung permintaan tambahan untuk wilayah tersebut.
"Saya sudah banyak melihat di televisi Bali sudah minta tambahan kuota. Malah ketua DPR RI sudah bersuara minta tambahan di sana. Begitu ya Pak Kepala DEPO, nanti kalo ditanya kenapa minta-minta terus, bilang aja sudah Pak Gubernur yang minta," pungkasnya.
Puluhan pengemudi bentor yang tergabung dalam Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) hadir langsung dalam pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur. Mereka menyampaikan keluhan soal antrian yang menghambat operasional harian.