Lucky Daye Rilis Album "Aloud", Gandeng Pusha T dan Muni Long

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:05:31 WIB
Penyanyi Lucky Daye resmi merilis album baru bertajuk "Aloud" bersama Warner Records.

GORONTALO — Lucky Daye resmi merilis album baru bertajuk "Aloud" yang menandai era baru dalam kariernya bersama Warner Records. Album ini menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah nama besar seperti Pusha T, Muni Long, dan Leon Thomas. Pelantun "Over" ini menyebut "Aloud" sebagai proyek paling menyenangkan yang pernah ia garap sepanjang karier bermusiknya.

Penyanyi sekaligus penulis lagu peraih Grammy, Lucky Daye, tengah berada di fase perubahan besar. Setelah memutuskan bergabung dengan Warner Records sebagai rumah label barunya, ia mengambil kendali lebih besar atas proses kreatifnya dan membuka diri pada lingkaran kolaborator yang lebih luas. Bahkan penampilannya ikut berubah, dengan gaya rambut sculptural frohawk yang ia sebut sebagai bagian dari era baru album ini.

Perubahan itu bukan sekadar soal citra. Di balik layar, Daye membangun ekosistem kreatif yang sebagian besar terdiri dari perempuan kulit hitam, termasuk dua manajernya, kepala stafnya, dan Susan "Susy" Oludele, seniman rambut natural yang merancang tampilan barunya. Ia menyebut lingkungan kerja tersebut membuatnya merasa "sangat, sangat bahagia" dan "dipelihara".

Kolaborasi di Album "Aloud"

Daye mengaku sudah mulai menggarap "Aloud" sebelum menandatangani kontrak dengan Warner. Ketika ditanya soal pengaruh label baru terhadap album, ia tidak ragu menyebut satu hal: "Setiap kolaborasi." Ia mengakui Warner membantu meringankan beban dirinya dan tim manajemen, sekaligus memfasilitasi daftar tamu yang eklektik.

Nama-nama yang terlibat antara lain Leon Thomas, Pusha T, dan Akeem Ali. Meski begitu, Daye menegaskan bahwa mesin industri di sekitarnya bukan yang menggerakkan musiknya. "Ini bukan soal kontrak. Bukan soal uang," ujarnya. "Ini benar-benar soal keajaiban."

Lucky 2.0 dan Pergeseran Emosi

Dalam album ini, Daye menyebut dirinya sebagai "Lucky 2.0" — pribadi yang lebih sensitif terhadap cinta, kasih sayang, dan perasaannya sendiri. Ia juga lebih berani mengatakan apa yang ada di pikirannya, dan yang paling signifikan, tidak lagi tertarik membuat musik yang berakar pada rasa sakit.

"Ini berasal dari kebenaran," katanya soal album baru. "Rasanya lebih menyakitkan."

Meski demikian, "Aloud" justru menghadirkan banyak momen playful, mulai dari single "Talk to Me" hingga interlude quirky yang ia sebut sebagai "jeda komersial". Menurut Daye, dunia cepat melupakan, sehingga ia sengaja menciptakan jeda-jeda pendek untuk mengalihkan perhatian pendengar.

Cerita di Balik Lagu "Knockin"

Salah satu lagu dengan penceritaan terkuat di album ini adalah "Knockin", yang menghadirkan Muni Long dan band punk kulit hitam Paradox. Daye menyebut lagu ini istimewa karena seluruhnya dibangun dari emosi. Ia menempatkan nyanyian di akhir dan mengedepankan emosi untuk membangun cerita.

"Aku merindukan masa ketika orang bercerita," ujarnya. Ia mengaku ingin menempatkan diri dalam situasi kuliah dan tinggal di asrama, pengalaman yang tak pernah ia jalani.

Soal Muni Long, Daye menuturkan bahwa penyanyi tersebut kebetulan sedang berada di studio sebelah saat ia baru menyelesaikan fitur untuk album Muni. Baginya, kolaborasi itu terjadi tanpa keraguan. "Tidak ada yang bisa bicara di level itu," katanya. "Dia tidak akan minta maaf. Dia sungguh-sungguh."

Kepercayaan pada Diri Sendiri

Album ini juga menandai perubahan cara Daye bekerja dengan kolaborator lamanya, D'Mile. Ia mengaku lebih percaya pada instingnya sendiri dan tidak lagi terlalu bergantung pada orang lain selama proses kreatif. Menurutnya, ini adalah album paling menyenangkan karena ia terlibat penuh dari awal hingga akhir.

"Album lain, aku punya seseorang yang mendengarkan sambil berjalan dan memberi masukan," ujarnya. "Tapi yang ini, tunggu dulu. Tidak ada ketergantungan."

Dengan "Aloud", Lucky Daye menegaskan posisinya sebagai salah satu penulis lagu R&B paling menarik di generasinya, membawa kejujuran baru tanpa kehilangan kedalaman musikalnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top