GORONTALO — Sergei Loznitsa meraih penghargaan Best Film di Official Competition London Film Festival 2025 lewat Imperium, yang diumumkan pada hari terakhir festival. Juri memuji film itu sebagai karya luar biasa yang mengeksplorasi Uni Soviet awal 1970-an melalui arsip kaya dengan perspektif luas. Sementara itu, Sompot Chidgasornpongse membawa pulang Sutherland Award lewat 9 Temples To Heaven.
Imperium, film terbaru sutradara asal Ukraina Sergei Loznitsa, keluar sebagai pemenang Best Film Award di Official Competition London Film Festival (LFF) tahun ini. Pengumuman juara berlangsung pada hari penutupan festival, setelah rangkaian pemutaran dan penjurian berjalan sepanjang edisi tersebut.
Kompetisi resmi LFF tahun ini dipimpin juri yang diketuai pembuat film dokumenter Sam Pollard. Keputusan mereka menempatkan Imperium di posisi teratas di antara karya-karya yang bersaing di kompetisi utama.
Juri menyebut Imperium sebagai "extraordinary film that explores the Soviet Union in the early 1970's from a rich archive with a wide-ranging perspective that looks at life in a country with an extraordinary social and cultural landscape that has rarely been seen."
Mereka menambahkan bahwa film tersebut "richly evocative and emotionally engaging on all levels, giving us a visually arresting perspective of life before the Soviet Union was broken apart." Juri juga menyatakan bangga bisa menghormati karya yang dinilai kuat dan singular itu.
Di kompetisi First Feature, sutradara Thailand Sompot Chidgasornpongse memenangkan Sutherland Award lewat 9 Temples To Heaven. Film ini sebelumnya tayang perdana di Cannes dan mengikuti perjalanan Sakol, yang setelah mendengar ramalan bahwa ibunya yang lanjut usia mungkin segera meninggal, melakukan ziarah sehari ke sembilan kuil sebagai ikhtiar.
9 Temples To Heaven diproduseri Kissada Kamyoung bersama peraih Palme d'Or Apichatpong Weerasethakul (Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives). Thomas Hakim dan Julien Graff dari petit chaos, perusahaan di balik All We Imagine as Light karya Payal Kapadia, turut menjadi co-producer.
Juri First Feature yang dipimpin Amir El-Masry menilai film itu sebagai "accomplished first feature paving his own path in the well-established tradition of filmmaking in the Southeast Asian region." Menurut mereka, karya tersebut "visually outstanding, spiritual, and meditative, where a story about life and death transcends borders and generations."
Di kompetisi dokumenter, Concrete Land garapan Asmahan Bkerat meraih Grierson Award. Sementara Short Film Award jatuh ke tangan Aman, film pendek karya Rahul Roye.
London Film Festival tahun ini ditutup dengan pemutaran The Debut, film yang disutradarai Jesse Eisenberg. Penutupan itu menandai berakhirnya edisi festival yang mempertemukan karya dari berbagai negara, dari Eropa Timur hingga Asia Tenggara, dalam satu panggung kompetisi.
Kemenangan Imperium menambah deretan prestasi Loznitsa di sirkuit festival internasional, sekaligus menegaskan posisi LFF sebagai ajang yang memberi ruang bagi sinema arsip dan narasi sejarah yang jarang tersentuh layar lebar.