BOALEMO — Pemerintah Kabupaten Boalemo menutup rangkaian Puncak Peringatan Hari Kebudayaan Nasional yang dipusatkan di Alun-alun Tilamuta. Penutupan itu sekaligus mengakhiri Lomba Seni dan Budaya Daerah tingkat Kabupaten Boalemo yang digelar Kantor Pelestarian Kebudayaan Wilayah Provinsi Gorontalo selama tiga hari.
Bupati Boalemo Rum Pagau menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Wilayah Provinsi Gorontalo yang telah memilih Boalemo sebagai pusat pelaksanaan Hari Kebudayaan Nasional. Menurutnya, penetapan itu menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Boalemo ke-27. Dua agenda besar digelar bersamaan di ruang publik yang sama, Alun-alun Tilamuta.
Rum Pagau menilai pemilihan Boalemo bukan tanpa alasan. Kabupaten ini memiliki kekayaan seni dan tradisi yang masih dijalankan warga di sejumlah kecamatan.
Penetapan sebagai tuan rumah, kata dia, memberi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program pelestarian. Terlebih kegiatan ini melibatkan peserta lomba dari tingkat kabupaten.
Dalam sambutannya, Rum Pagau menyoroti kondisi budaya daerah Gorontalo yang dinilai mulai punah akibat kemajuan zaman. Ia menyebut aset budaya sebagai warisan yang tidak ternilai harganya.
"Budaya daerah Gorontalo perlu kita lestarikan kembali. Aset budaya ini tak ternilai harganya. Agar tidak punah, kita akan lestarikan melalui pariwisata berbasis kebudayaan," ujar Rum Pagau.
Pernyataan itu menempatkan pariwisata sebagai jalur utama pelestarian. Pendekatan ini berbeda dari sekadar festival tahunan, karena budaya diposisikan sebagai daya tarik yang bisa mendatangkan kunjungan.
Lomba Seni dan Budaya Daerah tingkat Kabupaten Boalemo berlangsung tiga hari sebelum penutupan. Peserta berasal dari kalangan seniman dan pelajar di wilayah setempat.
Kantor Pelestarian Kebudayaan Wilayah Provinsi Gorontalo bertindak sebagai penyelenggara. Lembaga ini pula yang menetapkan Boalemo sebagai lokasi pusat peringatan tingkat provinsi.
Rangkaian lomba menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kesenian daerah. Pemerintah kabupaten berharap kegiatan semacam ini berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Pemkab Boalemo akan menjadikan momentum Hari Kebudayaan Nasional sebagai dasar penyusunan program pariwisata berbasis kebudayaan. Arah kebijakan itu sudah disampaikan langsung oleh bupati di hadapan peserta penutupan.
Belum ada keterangan resmi soal bentuk program dan anggaran yang disiapkan. Yang jelas, pelestarian budaya Gorontalo kini ditempatkan sebagai bagian dari agenda pariwisata daerah, bukan sekadar kegiatan seremonial di alun-alun.