BONE BOLANGO — Rencana pengaktifan Posyandu Seruni muncul setelah kunjungan Pengurus Seruni Kabinet Merah PUTIH ke Desa Huangobotu. Rombongan dipimpin Ida Budi Gunadi Sadikin selaku Ketua Bidang I Seruni, dan turut dihadiri Selvi Ananda Rakabuming, istri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang juga Pembina Seruni, bersama para istri menteri yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Desa Huangobotu dipilih karena sejumlah balita di sana tinggal cukup jauh dari fasilitas Posyandu yang saat ini aktif. Jarak itu membuat orang tua kesulitan mengakses pelayanan kesehatan secara rutin.
Posyandu Seruni akan memanfaatkan Rumah Desa Sehat milik desa sebagai tempat pelayanan. Pemanfaatan bangunan itu dinilai memperkuat keterpaduan layanan kesehatan di tingkat desa.
Cakupan layanannya mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, edukasi gizi, hingga pemberdayaan keluarga dalam pencegahan stunting. Rumah Desa Sehat sendiri merupakan instrumen pendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa melalui keterlibatan aktif komunitas.
Ida Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya peran kader Posyandu dalam menjaga kesehatan anak. Menurutnya, kerja kader tidak berhenti pada layanan harian, tetapi juga menyiapkan generasi mendatang.
"Bersama kader Posyandu, kita tidak hanya menjaga kesehatan anak-anak hari ini, tapi juga ikut menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya untuk masa depan," kata Ida.
Pengaktifan kembali Posyandu Seruni dikawal langsung oleh Yustiyanty Monoarfa, Ketua Tim Kerja Peduli Stunting Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo. Pengawalan dilakukan lewat koordinasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu agar persiapan serta pelaksanaan pelayanan berjalan optimal.
Koordinasi itu mencakup kesiapan tenaga pelaksana di lapangan dan penjadwalan layanan di Rumah Desa Sehat. Pemerintah desa disebut menjadi pihak yang menyediakan tempat sekaligus menjangkau warga sasaran.
Keberadaan Posyandu Seruni diharapkan memperluas akses pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak di Desa Huangobotu. Kolaborasi antara Seruni, pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat juga diharapkan memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita.
Bagi warga yang selama ini menempuh jarak jauh ke Posyandu aktif, layanan di tingkat desa memangkas waktu dan biaya akses. Upaya pencegahan stunting sejak dini menjadi salah satu hasil yang dibidik dari pengaktifan kembali fasilitas tersebut.