JAKARTA — Pemerintah memastikan pembangunan ladang gas alam cair (LNG) raksasa di Cekungan Abadi, Blok Masela, Maluku, merupakan investasi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek dengan nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 352 triliun ini ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton gas alam cair setiap tahun. Kepala Badan Komunikasi (Ka Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari menyatakan langkah ini menjadi fondasi menuju swasembada energi.
Potensi Cadangan Gas Terbesar di Indonesia
Blok Masela memiliki potensi cadangan sekitar 18,54 triliun kaki kubik gas. Qodari menjelaskan proyek ini akan menjadi salah satu penopang penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. "Ketahanan energi bukan hanya soal memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dan dunia usaha memiliki pasokan energi yang andal, berkelanjutan," kata Qodari dalam siaran resmi Bakom RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dampak Ekonomi: Penerimaan Negara Capai Rp 600 Triliun
Proyek strategis nasional ini diperkirakan memberikan penerimaan langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS. Ditambah potensi penerimaan pajak tidak langsung sebesar 6,43 miliar dolar AS, total penerimaan negara dari Blok Masela bisa mencapai lebih dari 44 miliar dolar AS. Qodari menekankan manfaat proyek tidak terbatas pada sektor energi.
"Proyek ini akan menjadi penggerak ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kehadirannya akan mendorong investasi baru, meningkatkan penerimaan negara, mempercepat pembangunan infrastruktur," ujar Qodari.
12.000 Tenaga Kerja Terserap Selama Konstruksi
Selama masa konstruksi, pembangunan Blok Masela diperkirakan mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja langsung. Saat nantinya beroperasi, diperkirakan ada 800 hingga 1.000 tenaga kerja yang diserap. Pemerintah memastikan tenaga kerja yang terlibat diutamakan dari warga lokal.
"Kesempatan ini diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan wilayah Indonesia Timur secara umum," kata Qodari.
Bagaimana Proyek Ini Memperkuat Hilirisasi Industri?
Qodari menjelaskan ketika pasokan energi semakin terjamin, dunia usaha memiliki kepastian untuk berkembang. Biaya produksi menjadi lebih efisien dan proyek hilirisasi di berbagai sektor industri berjalan semakin kuat. Peletakan batu pertama proyek ini telah dilakukan pekan lalu sebagai langkah nyata pemerintah.