GORONTALO — NHTSA membuka berkas penyelidikan pada Jumat pagi, sehari setelah acara peluncuran tertutup yang digelar Elon Musk di pusat kota Austin pada Kamis sore (3/9/2026). Momentum ini menjadi sinyal keras bagi Tesla: pasar dan regulator tidak memberi ruang bagi ambiguitas regulasi.
Inti Persoalan: Bukan Kecelakaan, Melainkan Legalitas Sertifikasi Mandiri
Cybercab dirancang sebagai kendaraan dua kursi yang sepenuhnya mengandalkan sistem komputer AI4. Tidak ada setir, pedal rem, ataupun kaca spion. Namun, masalah yang diusut NHTSA bukanlah cacat teknis atau insiden di lapangan, melainkan proses legal yang membuat mobil ini bisa melaju di jalan umum.
Di Amerika Serikat, produsen kendaraan tidak wajib mendapatkan persetujuan produk sebelum peluncuran. Sistem yang berlaku adalah sertifikasi mandiri, di mana perusahaan menyatakan kendaraannya memenuhi standar federal FMVSS yang mewajibkan keberadaan setir dan rem. NHTSA hanya bisa turun tangan setelahnya jika menemukan kejanggalan.
Badan tersebut kini ingin memeriksa "proses dan data teknis yang menjadi dasar Tesla mensertifikasi Cybercab". Fokus utama audit adalah pada "sejauh mana sertifikasi Tesla bergantung pada penentuan bahwa sejumlah FMVSS tidak berlaku untuk Cybercab".
Taruhan Regulasi yang Belum Final
Langkah Tesla ini berjalan di area abu-abu hukum. Pada Juni lalu, NHTSA memang sempat mengusulkan penghapusan kewajiban kendali manual untuk kendaraan otonom. Namun,